Status di FB Anggota Geng Motor Yang Bangga Potong Kuping Ini Bikin Geram Warga
Dari penangkapan tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa celurit, golok, besi pipa, bambu, petasan, dan batu.
"Mereka beringas dan sadis jika bentrok dengan orang-orang yang dianggap musuh. Senjatanya saja lengkap. Misalnya ada pedang, pisau, mandau, cerulit, bambu runcing serta batu-batu di pinggir jalan," katanya.
Andry menjelaskan saat kejadian korban sedang asyik nongkrong di sebuah gang bersama teman-temanya. Namun beberapa saat kemudian, datang puluhan orang dengan cara konvoi.
Melihat korban berpenampilan seperti anak motor para tersangka ini pun menyerang beberapa orang.
"Fajar tewas sampai penuh luka di sekujur tubuh. Sejauh ini kami juga masih dalami apakah korban juga masuk dalam kelompok geng motor atau tidak. Sebab keteranganya yang ada masih berlanjut," katanya.
Untuk menindak lanjutin kasus ini, Andry mengaku, dalam waktu dekat polisi akan melakukan penyisiran di semua wilayah rawan kelompok motor. Termasuk membentuk satuan kerja khusus yang fokus menangani kelompok motor sadis tersebut.
"Sedang kita siapkan. Satuanya berisi Intel, Reskrim, Narkoba dan Binmas. Kami akan bekerja untuk mendalami masalah yang berkembang ini. Mereka sudah berbuat onar dan mengancam kenyamanan masyatakat," katanya.
Salah satu pelaku, Pahri Kesit mengaku terdorong seniornya yang memompa motivasi untuk berbuat onar. Dari merekalah, keberanian membacok dan membunuh didapatkan.
"Kalau gak ikut dikira orang culun. Padahal abang-abangan udah baik juga. Jadi mau gak mau ikut. Tapi saya menyesal karena ulah saya berahir jadi gini," katanya.
Pahri mengaku, untuk membunuh Fajar, dirinya menggunakan bambu warna hijau yang sudah mancung dengan panjang kurang lebih 1,5 meter.
Sedangkan Yusfa sebagai eksekutor yang membawa golok tajam. Disaat bersamaan, Cakra menghantam dengan kayu warna cokelat.
"Ya sudah kami hajar dia sampai habis. Di situ saya udah gak ada takut lagi. Pokoknya puas. Tapi sekarang menyesal," tandasnya.
Pertempuran geng motor mencuat pada Sabtu lalu. Ketika itu, kelompok motor dari tambun konvoi iring-iringan sampai ke Pondok Gede dan Jatiwaringin, Jakarta Timur. Warga yang kesal membantai mereka dengan segala cara. Termasuk mengepung dari dua kampung. (Joko Supriyanto/Akhdi Martin Pratama)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/geng-motor_20161202_021351.jpg)