Minggu, 3 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Mbah Fanani di Dieng

Berasal dari Keluarga Berada Kenapa Mbah Fanani Bertapa di Dieng? Cerita Putrinya Membuka Misteri

Sembilan mobil dari luar kota berhenti di depan rumah seorang warga di Jalan Raya Dieng Kulon, Sugiyono

Tayang:
Penulis: khoirul muzaki | Editor: muslimah
tribunjateng/facebook
MISTERI Mbah Fanani Terkuak, Petapa Gunung Dieng itu Diduga Berada di Indramayu 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Senin bakda Isya, (22/5), desa Dieng Kulon, Batur Banjarnegara mendadak ramai.

Sembilan mobil dari luar kota berhenti di depan rumah seorang warga di Jalan Raya Dieng Kulon, Sugiyono.

Mereka rupanya keluarga besar Mbah Fanani, pertapa yang telah puluhan tahun bersemedi di depan rumah Sugiyono.

MISTERI Mbah Fanani Terkuak, Petapa Gunung Dieng itu Diduga Berada di Indramayu
MISTERI Mbah Fanani Terkuak, Petapa Gunung Dieng itu Diduga Berada di Indramayu (tribunjateng/net)

Rombongan dari Cirebon itu bermaksud mengantar Mbah Fanani yang sempat dijemput orang tak dikenal, sebulan lalu.

Warga sekitar berdatangan menyambut kehadiran pria fenomenal tersebut.

Puluhan Banser bersiaga di sekitar tenda biru berukuran sekitar 2 x 1,5 meter, tempat meditasi Mbah Fanani.

Sejumlah anggota Banser berjaga di sekitar tenda pertapaan Mbah Fanani di Dieng Kulon Banjarnegara
Sejumlah anggota Banser berjaga di sekitar tenda pertapaan Mbah Fanani di Dieng Kulon Banjarnegara (Tribun Jateng/Khoirul Muzaki)

Keluarga dan warga sempat beramah tamah.

"Setelah itu ada serah terima dari keluarga ke warga. Kami warga Dieng Kulon menerima dengan tangan terbuka kedatangan Mbah Fanani lagi di Dieng. Dia sudah kami anggap warga sendiri," kata Kepala Desa Slamet Budiono, Selasa (23/5).

Meski kehadirannya dirindukan, kata Slamet, tidak ada penyambutan istimewa terhadap kedatangan Mbah Fanani di Dieng.

Tenda lusuh Mbah Fanani dibiarkan apa adanya. Tidak ada fasilitas baru di dalam tenda.

Warga tak mengagungkan Mbah Fanani berlebihan, kecuali menganggapnya bagian dari warga lantaran lama menetap di wilayah mereka.

"Jika Mbah Fanani ingin tinggal di tempat yang bagus, tentu dia akan betah tinggal di Indramayu. Nyatanya dia memilih kembali ke Dieng dengan kondisi tempat demikian,"katanya

Slamet mengatakan, penjemputan Mbah Fanani dari petilasan Ki Dampu Awang Indramayu dilakukan oleh pihak keluarga dari Cirebon pada Jumat (19/5).

Sebelum itu, ia bersama sejumlah warga Dieng sempat bersilaturahim ke kediaman putri tunggal Mbah Fanani, Nyai Maryam, di desa Jatisari, Plered, Cirebon.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved