Penjualan Buku di Kawasan Stadion Diponegoro Semarang Lesu, Inilah Penyebabnya
Meski penjualan sedang lesu, Eko masih berharap minat baca masyarakat akan meningkat.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: abduh imanulhaq
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penjualan buku di kios-kios yang berada di belakang Stadion Diponegoro Semarang tengah lesu.
Fenomena ini terbilang rutin setiap tahun pada saat masa penerimaan siswa baru belum datang atau sudah lewat.
Eko, seorang penjual buku, menuturkan masa ramai pembeli pada bulan Juli, Agustus, dan September.
Juli merupakan bulan penerimaan siswa baru.
"Saat itu banyak warga membeli buku pelajaran, mulai dari SD hingga SMA," terang Eko, Senin (29/5/2017).
Agustus dan September merupakan saat perguruan tinggi menerima mahasiswa baru.
Buku-buku kuliah pun menjadi laris pada dua bulan tersebut.
Meski penjualan sedang lesu, Eko masih berharap minat baca masyarakat meningkat.
Hal itu akan berpengaruh pada penghasilan pedagang buku.
Hari, rekan Eko, menyebut penjualan buku turun hingga 25 persen dibandingkan masa penerimaan siswa atau mahasiswa baru.
"Yang penting masih ada masukan setiap hari," jelas Hari.
Dia meminta Pemerintah Kota Semarang melakukan penataan kios buku di kawasan stadion ini.
"Minimal ada penataan tempat. Kalau tempatnya nyaman, ada berbagai fasilitas penunjang, pengunjung akan bertambah. Apalagi berkaitan dengan buku sebagai sumber ilmu," jelasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kios-buku_20170529_221903.jpg)