Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Sembari Menangis Sesegukan, Gus Mus Sitir Hadis Cukup Kematian Jadi Nasihat

Demikian ungkapan pertama yang disampaikan KH Ahmad Mustofa Bisri atau yang akrab dipanggil Gus Mus menyitir hadis Nabi Muhammad SAW

KOMPAS.com/SABRINA ASRIL
Gus Mus 

Kemudian tiba giliran Gus Mus untuk meminta kesaksian dari para pelayat ihwal rekam jejak Kiai Ridwan, apakah tergolong manusia baik atau bukan.

Gus Mus mengawalinya persaksiannya itu dengan pernyataan, dirinya adalah adik seperguruan Kiai Mahfudz saat mondok di sebuah pesantren di Rembang.

Gus Mus mengakui kebaikan Kiai Mahfudz yang pernah mengemong dirinya saat mondok tersebut.

"Kalau saya sudah menyaksikan sendiri kebaikan beliau. Sekarang saya ingin menanyakan baik atau tidak, saya ingin menyaksikan sendiri dari penjenengan yang hadir," ujarnya.

"Sae nopo mboten (baik atau tidak)?" tanya Gus Mus tiga kali.

"Sae..Sae..Sae (baik, baik,baik)," jawab para pelayat.

Pada akhir tausiyahnya Gus Mus memanjatkan harapan agar generasi muda bisa mencontoh keteladanan dari sosok Kiai Mahfudz.

"Jadilah kiai yang ngemong umat, ngayomi semua umat. Jangan jadi kiai yang membuat bingung umatnya, jadilah kiai yang membuat tenang umat. Jangan jadi kiai yang menambah sumpeke (sulitnya) umat," sebutnya.

Saat menyampaikan harapan ini Gus Mus menangis sesenggukan sebelum ia akhiri tausiyahnya dengan penutup salam.

Penulis: Kontributor Ungaran, Syahrul Munir

Artikel ini tayang di Kompas.com dengan judul: Gus Mus: Jadilah Kiai yang Mengemong Umat...

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved