Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tiga Anak RS Tanya Ayahnya Di Mana. Pakdhenya Jawab Hanya Pergi Sebentar

Tiga Anak RS Tanya Ayahnya Di Mana. Pakdhenya Jawab Hanya Pergi Sebentar. RS ditangkap tim Densus 88 di Gunungkidul, Selasa (6/6).

Editor: iswidodo

TRIBUNJATENG.COM, GUNUNGKIDUL- Keluarga masih merasa terpukul atas penangkapan terduga teroris berinisial RS oleh Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 di Dusun Madusari, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul, Selasa (6/6) lalu.

Kakak kandung RS, Eko Budihariyanto, menceritakan, orangtua beserta istri, anak dan kerabat RS masih syok atas kejadian penangkapan RS.

Kedua orangtua RS saat itu menyaksikan langsung saat Tim Desnus 88 bersenjata lengkap menggeledah rumah dan menggelandang anaknya.

"Orangtua masih syok dengan kejadian itu, mereka takut terjadi apa-apa pada RS. Istri dari RS juga terkejut atas kejadian penangkapan suaminya. Anak-anaknya dan anak saya yang juga dibawa juga masih merasa tak percaya," ujar Eko.

Lanjut Eko, ketiga anak Sep juga sempat menyaksikan ayahnya digelandang tim Densus. Mereka pun sempat dibawa ke Polres beserta ibunya, meskipun masih kecil dan tidak tahu apa-apa.

“Mereka nanya ayah dimana, ayah dimana. Saya cuma bilang sedang pergi sebentar,” ungkapnya.

Eko sendiri tak mengira adik kandungnya ditangkap dan dicurigai sebagai teroris. Padahal, sebelumnya tidak ada pertanda apa-apa, atau hal aneh yang dilakukan oleh adiknya.

Ia mengatakan, sebelum penangkapan, tiga bulan yang lalu RS sempat pulang ke rumah orangtuanya yang tinggal di Dusun Jeruk, Desa Kepek, Wonosari. Dia sempat tinggal beberapa lama di sana.

Di rumah orangtuanya, RS membuat gerobak untuk usaha berjualan jajanan anak-anak yang dijual di depan rumah. Ia pun tak mengetahui alasan RS memilih pulang ke rumah orangtuanya dan berjualan.

"Padahal dia memiliki usaha toko kelontong bersama dengan istrinya dan sempat mengajar kursus musik di Tegal," ujar Eko.

Eko pun berharap segera diberikan kejelasan atas status dan keberadaan adik kandungnya tersebut. Ia hanya memikirkan nasib istri dan ketiga anak RS setelah ditinggal oleh yang bersangkutan.

"Kami mohon kejelasan dari pihak kepolisian bagaimana status dan keberadaan adik saya," ujarnya.

Sementara itu, Ketua RT 04/ RW 10, Dusun Jeruk, Manto membenarkan jika Sep memang sempat berjualan jajanan anak-anak.

Karena rumahnya yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari rumah orang tua Sep, membuatnya kerap melihat aktivitas Sep.

“Saya memang pernah melihat Sep di teras depan rumahnya membuat gerobak dari seng yang biasa digunakan untuk berjualan jajanan anak-anak,” ungkapnya.

Untuk diketahui, RS dibekuk Tim Densus 88 pada Selasa (6/6) siang saat mengantarkan ibunya di Pasar Argosari, Wonosari, Gunungkidul. RS ditangkap atas dugaan keterkaitan dengan jaringan teroris.(tribunjogja/rfk)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved