Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Laporan Humas Polres Rembang

KETERANGAN Mbah Moen Terkait Orang Beratribut FPI hendak Hadiri Haul KH Zubair

KETERANGAN Mbah Moen Terkait Orang Beratribut FPI akan Hadiri Haul KH Zubair Dahlan (ayahanda KH Maimoen Zubair) di Sarang Rembang Jateng, Jumat

Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG/IST
Muhammad Wahyudi (kanthongumur), Khodim KH Maimoen Zubair 

TRIBUNJATENG.COM, REMBANG- Heboh adanya sejumlah warga mengenakan atribut ormas FPI akan menghadiri peringatan KH Zubair Dahlan (ayahanda KH Maimoen Zubair) di Sarang Rembang Jateng, Jumat Kliwon 14 Ramadan atau 9 Juni 2017. Belum diketahui darimana asal orang-orang yang mengenakan atribut FPI tersebut.

Kemudian terjadi kehebohan di media sosial beredar informasi bahwa orang-orang yang beratribut FPI itu tidak diperkenankan hadiri haul mengenakan atribut ormas tertentu.

Sedangkan Kapolres Rembang, AKBP Sugiharto membantah keras anggotanya melucuti artibut anggota Front Pembela Islam yang datang ke Rembang.

Baca: Kapolres Rembang Bantah Lucuti Atribut FPI Justru Berikan Baju Koko Baru, Ini Videonya

Menurutnya, pihak kepolisian justru memfasilitasi anggota FPI dengan busana muslim baru.

"Atribut yang dikenakan oleh para anggota FPI yang datang ke Rembang kami minta untuk melepasnya, kemudian kami ganti dengan baju koko baru. Itu bukan melucuti, tapi kami mengganti, cara menyampaikannya juga dengan bahasa humanis," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun Jateng, Jumat (9/6/2017).

Muhammad Wahyudi khodim KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen diperintah oleh KH Maimoen Zubair untuk memberikan penjelasan terkait hal ini. Penjelasannya sebagai beriku;

Baca: VIDEO Kapolri Cium Tangan Mbah Moen dan Salami Gus Mus di Rembang

Peringatan Haul KH Zubair Dahlan (ayahanda KH Maimoen Zubair) di Sarang Rembang diisi serentetan acara di Maqbaroh Simpek dibuka dengan iftitah yang dipimpin oleh KH Muhammad Alim, kemudian dilanjutkan dengan bacaan surat Yasin oleh KH Ahmad Ainul Yaqin Tuban, kemudian disusul dengan bacaan tahlil yang dipimpin oleh Habib Abu Bakar Assegaf, dan ditutup dengan doa oleh KH Maimoen Zubair.

Selesai tahlil di Maqbaroh, ribuan peziarah serentak ikut berbuka bersama di ndalem KH Maimoen Zubair.

Yang diharapkan datang dalam acara haul tiap pertengahan bulan Ramadan ini adalah santri dan alumni Pondok Pesantren Sarang, khususnya Pondok Pesantren Al-Anwar. Dan mbah Maimoen tidak mengundang yang lainnya, tidak mengundang elemen dan ormas-ormas tertentu.

Mbah Moen tidak tahu menahu adanya orang-orang yang hadir mengentakan atribut ormas tertentu. Mbah Maimoen tidak tahu menahu tentang kehadiran mereka dengan mengatasnamakan organisasi.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mencium tangan KH Maimoen Zubair dalam acara Safari Ramadan di kediaman Gus Mus di kompleks Ponpes Raudlatut Thalibin, Kelurahan Leteh, Rembang, Selasa (6/6/2017) sore.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian mencium tangan KH Maimoen Zubair dalam acara Safari Ramadan di kediaman Gus Mus di kompleks Ponpes Raudlatut Thalibin, Kelurahan Leteh, Rembang, Selasa (6/6/2017) sore. (TRIBUN JATENG/YAYAN ISRO' ROZIKI)

Dan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Mbah Maimoen meminta FPI untuk tidak menggunakan atribut mereka. Silakan ikut ziarah di Maqbaroh dengan mengenakan pakaian layaknya tamu-tamu yang lain.

Mbah Maimoen Zubair menegaskan tidak ada keterkaitan dengan FPI. Adapun berita yang beredar di medsos tentang dukungan adalah hak mereka.

Manhaj mbah Maimoen adalah yang terpenting menjunjung tinggi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan empat pilar.

Gus Mus memberi sambutan dalam acara Safari Ramadan Kapolri Jenderal Tito Karnavian di rumahnya di Leteh, Rembang, Selasa (6/6/2017).
Gus Mus memberi sambutan dalam acara Safari Ramadan Kapolri Jenderal Tito Karnavian di rumahnya di Leteh, Rembang, Selasa (6/6/2017). (TRIBUN JATENG/YAYAN ISRO' ROZIKI)
Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved