Kasus Pembunuhan
HEBOH, Wanita Hamil Dalangi Pembunuhan, Mayat Korbannya Dimasukkan ke Karung
Kasus penemuan sesosok mayat perempuan dalam karung di kawasan hutan pinus Perhutani Kecamatan Sempor, Kebumen, Rabu 1 juni 2017 silam terungkap
Karena merasa risih ditagih terus menerus, PK mengadukan hal tersebut kepada suami siri nya, yaitu Tersangka SH. Kemudian PK menyuruh tersangka SH (35) untuk mencari orang yang mau membunuh Basiyem.
Tersangka SH pun mengenalkan PK dengan tersangka AJ (belum tertangkap / D.P.O). Kepada tersangka AJ, tersangka PK mengutarakan maksudnya untuk menghabisi nyawa Basiyem dengan menggunakan santet.
Tersangka AJ menyanggupi permintaan PK dan meminta uang Rp 1.000.000,- untuk membeli perlengkapan dan sarana berupa minyak wangi dan sebagainya.
“Namun setelah ditunggu sampai 3 hari kemudian, korban Basiyem ternyata masih hidup.” jelas Kasat Reskrim Polres Kebumen AKP Koliq Salis Hirmawan, SH.
Setelah itu, PK menyuruh AJ untuk menghilangkan nyawa Basiyem dengan cara apapun, dan memberikan imbalan Rp 25.000.000.
Kembali AJ menyanggupi dan menyuruh PK untuk membeli dan menyiapkan karung goni dan menyewa mobil.
Pada hari Selasa (13/6/17), kurang lebih pukul 21.00 wib, Basiyem yang datang ke rumah PK di Desa Purworejo Klampok untuk menagih uang, diajak komplotan itu untuk mencari dukun yang dulu membawa kabur uangnya.
Tanpa curiga, Basiyem pun ikuti mereka pergi ke arah Sempor, Kebumen dengan menggunakan mobil Suzuki Carry sewaan yang dikemudikan oleh Tersangka EK.
Setelah melewati Waduk Sempor, rombongan itu ke arah timur, dan berbalik arah menuju utara, ke arah Kenteng, Sempor. Di sebuah tempat yang sepi, dimulailah proses pembunuhan kepada Basiyem.
Tersangka AJ yang duduk di bangku paling belakang mobil, menjerat leher Basiyem dengan menggunakan tali plastik yang masing-masing ujungnya sudah dikasih potongan bambu.
Saat korban meronta, Tersangka EK bertukar posisi dengan Tersangka SH, kemudian ikut membantu menarik tali plastik yang telah dijeratkan ke leher Basiyem oleh Tersangka AJ. Tidak berapa lama kemudian, korban Basiyem meregang nyawa.
Setelah yakin korbannya tidak bernapas lagi, rombongan para pembunuh berdarah dingin itu lalu berbalik arah menuju Waduk Sempor.
Menurut tersangka SH, sempat terlintas dalam pikiran mereka untuk membuang jenasah Basiyem di waduk Sempor, namun tidak jadi.
Akhirnya di sekitar Waduk Sempor, pakaian Basiyem dilucuti dan tubuh lemasnya dimasukkan ke dalam karung. Mobil berbalik arah lagi ke arah Kenteng, Sempor.
Jenazah Basiyem dikeluarkan dari mobil kemudian dibopong oleh tersangka EK dibawa dan dibuang di tebing hutan pinus. Di tempat itu lah warga kemudian menemukan mayat Basiyem.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kapolres-kebumen-akbp-tuti-hastuti-gelar-perkara-kasus-pembunuhan_20170620_175233.jpg)