Warga Tolak Jenazah Teroris, Orangtuanya Dilarang Kembali ke Kampung
"Kami tidak mau desa ini dicap sebagai sarang teroris. Desa ini dihuni oleh umat muslim yang mempedomani Islam rahmatan lilalamin," kata Pangihutan.
"Ini bentuk penolakan kami terhadap ISIS. Tak satupun dari anggota ISIS yang boleh tinggal di kampung ini," kata Ketua Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD) Sambirejo Timur, Pujiono (50).
Pujiono yang memegang kaleng cat semprot lantas berdiri di tengah jalan raya. Menggunakan cat semprot, Pujiono kemudian membuat tulisan di jalan, "Tolak ISIS Desa Kami Bukan Desa Teroris".
Saat Pujiono membuat tulisan di jalan, pengendara motor dan mobil diminta berhenti.
Sebagian warga lantas menyerukan para tetangga untuk sama-sama menolak keberadaan ISIS.
"Sampai kapanpun sel-sel ISIS tidak boleh ada di kampung kami. Mereka harus dimusnahkan dari muka bumi ini," seru Pujiono berapi-api. (TRIBUNJATENG/CETAK)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/isis_20170629_073347.jpg)