Kamis, 30 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Sensasi Lebaran di Australia, Khotbah Salat Id Pakai Bahasa Inggris dan Arab

Bagaimana salat Id di negara mayoritas non-muslim seperti Australia? Pegiat Pariwisata Solichoel Soekaemi Kaisa Group Semarang, berbagi pengalamannya

Tayang:
Editor: bakti buwono budiasto
slidesharecdn.com
Australia dipilih sebagai negara terbaik versi anak muda di seluruh dunia. 

TRIBUNJATENG.COM - Bagi umat Islam, dimanapun berada, Lebaran tentu tak lengkap tanpa menjalankan Salat Id. Bagaimana jika berada di negara mayoritas non-muslim seperti Australia? Pegiat Pariwisata Solichoel Soekaemi dari Kaisa Group Semarang, berbagi pengalamannya, khusus untuk Tribun Jateng.

 MENJELANG tengah hari kami memutuskan mencari masjid untuk salat Jumat di Kota Sidney. Tidak sulit ternyata untuk menemukannya.

Jangan berharap melihat bangunan masjid seperti bayangan kita pada umumnya, tampak dari luar kelihatan tidak jauh beda dengan bangunan sekelilingnya.

Kalaupun ada tulisannya harus kita dekati agar bisa terbaca, dan baru kita tahu bahwa tempat tersebut masjid setelah masuk pintu pagar tinggi, jadi memang tidak kelihatan dari luar.

Usai salat Jumat tampak orang berkerumun di depan pintu masjid, ternyata menemui panitia zakat fitrah, sekalian saja kami membayar zakat fitrah, karena dua hari lagi sudah hari Raya Idulfitri.

Uniknya cara membayarnya seperti kalau kita mengisi kotak sumbangan, tidak seperti kalau kita membayar zakat fitrah di negara kita.

Obyek wisata selanjutnya yang kami tuju adalah kawasan terkenal lainya yaitu Sidney Harbour Bridge dan Sidney Opera House yang menjadi ikonnya kota Sidney.

Sayangnya tidak bisa mencicipi menu kuliner khasnya di Sidney Opera Restaurant sembari di selasar pinggir kanal, karena belum waktunya berbuka.

Menjelang petang kami putuskan untuk check in hotel di Kota Sidney.

Sabtu pagi kami masih berkesempatan singgah di kawasan Sidney Botanical Garden dan Macquary Chair hingga menjelang tengah hari.

Selanjutnya kami menuju kota Brisbane lewat jalur tol Pasific Highway saja karena via New Castle dengan jarak tidak kurang dari 900 kilo meter.

Perjalanan ke kota Brisbane lebih santai karena sudah familiar dengan rambu berkendara di sepanjang jalan, juga sangat terbantu fitur cruise control dan juga sudah melewati sebelumnya.

Beberapa kali sempat singgah untuk ke toilet dan mengisi BBM hingga menjelang petang rehat untuk buka puasa di gerai menu ayam.

Masuk kota Brisbane dan check in hotel sudah hampir menjelang tengah malam, dan merupakan malam Hari Raya Idulfitri.

Hari Minggu adalah saat tiba waktunya hari Raya Idulfitri, kami bergegas bangun pagi untuk mencari masjid di Brisbane guna menunaikan salat Id.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved