Macet, Pasokan Gas dari PGN ke Industri di Semarang saat Ramadan Sempat Tersendat
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) akui terjadi keterlambatan pasokan saat Ramadan. Selain macet, sumur di Jawa Timur yang berproduksi menjadi kendala
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: rika irawati
Laporan Wartawan Tribun jateng, Franciskus Ariel Setiaputra
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) akui terjadi keterlambatan pasokan saat Ramadan. Sales Area Head PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk area Semarang, Heri Frastiyono, mengatakan, hal ini disebabkan sejumlah masalah, di antaranya kemacetan di sejumlah ruas jalan.
"Saat terjadi kemacetan, seperti pembangunan jalan, banjir, kecelakan, dan saat Ramadan, suplay menjadi delay. Dari Jawa Timur ke Jawa Tengah macet," ungkapnya, Rabu (5/7/2017).
Menurut Heri, suplai gas bumi untuk area Semarang diambil dari Jawa Timur.
"Sempat juga mengalami shortage (kekurangan) gas karena sumur drop sehingga tidak bisa berproduksi. Kami akhirnya mengambil dari Purwakarta, Jawa Barat," imbuhnya.
Suplai dari Purwakarta itu, diakui Heri, berlangsung dua bulan terakhir.
Saat ini, PT PGN area Semarang menyuplai gas menggunakan angkutan transportasi darat sebanyak lima Gas Transportation Modul (GTM). Pihaknya juga menambah dua GTM untuk memasok cadangan gas.
"Kami mencari solusi dari gangguan itu agar stok gas bumi di Semarang tidak habis. Selama ini, kami pakai 4 GTM sampai April cukup. Setelah itu, kami tambah jadi 5 GTM ternyata masih kurang. Akhirnya, kami tambah jadi 7 GTM," ujarnya.
Diakuinya, selama Ramadan lalu, permintaan gas meningkat. Ini terjadi karena konsumen industri menambah produksi hingga dua kali lipat. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pgn_20160408_203700.jpg)