Aktor Utama Film Wage Ini Kunjungi Desa Somongari Purworejo
Dunia perfilman nasional memang tengah marak diramaikan film-film sejarah, khususnya bergenre biopik.
Penulis: hesty imaniar | Editor: abduh imanulhaq
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hesty Imaniar
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Demi mendalami peran sebagai WR Soepratman dalam film Wage, Rendra perlu melakukan eksplorasi sejarah dan sosok pencipta lagu kebangsaan tersebut.
Termasuk mendatangi tempat kelahiran WR Soepratman di Desa Somongari, Purworejo.
"Semula memang saya merasa berat dengan peran ini. Melalui proses eksplorasi, berdialog secara eksoterik, akhirnya saya tak merasakan sebagai beban, melainkan tanggung jawab,” ujar Rendra dalam jumpa pers di Tekodeko Koffiehouse, Kota Lama, Jumat (21/7/2017).
Dia memakai kostum properti film ini karena masih menjalani proses syuting.
Pemeran lain, Annisa Putri Ayudya, menyatakan kepuasannya karena yang terlibat memperlihatkan totalitas.
Termasuk Rendra sebagai pemeran utama yang rela belajar bermain piano dari nol.
"Kebetulan saya berperan sebagai Roekiyem. Wage tinggal bersama Roekiyem yang bersuamikan orang Belanda. Roekiyem inilah yang mendidik, menjadi tempat berlindung, serta mendorong semangat Wage untuk memberikan karya-karyanya untuk bangsa ini," beber Annisa yang mengenakan gaun putih ala noni Belanda tempo dulu.
Pemeran lain, Teuku Rifnu Wikana, menyebut dunia perfilman nasional memang tengah marak diramaikan film-film sejarah, khususnya bergenre biopik.
Aktor yang pernah bermain dalam Merah Putih itu menyebut kondisi ini sangat bagus sehingga harus didukung.
"Di tengah maraknya film-film luar negeri yang menceritakan superhero mereka, mulai dari Spiderman, Superman dan lainnya, kita juga memiliki film superhero kita. Siapa itu? Ya, pahlawan nasional kita," terang Teuku Rifnu.
Menurutnya, bangsa Indonesia bisa besar berkat kehadiran para pahlawan itu, termasuk WR Soepratman.
Jadi perfilman Indonesia yang menyajikan perjalanan bangsa harus terus didukung.
"Sejarah bangsa ini jangan sampai terhapus. Syukur-syukur (film) bisa terus menumbuhkan rasa nasionalisme kita," paparnya.
Pria kelahiran Pematangsiantar, Sumatera Utara, ini mengaku bersyukur memiliki wajah yang sesuai kriteria film tentang tempo dulu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/film-wage_20170722_010100.jpg)