Kenali 4 Jenis Penyakit Ini dan Pencegahannya! Biasa Muncul saat Musim Pancaroba
Jati memaparkan empat jenis penyakit yang rentan terjadi saat musim pancaroba
Penulis: Nur Rochmah | Editor: muslimah
Laporan Wrtawan Tribu Jateng, Nur Rochmah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Saat musim pancaroba (peralihan musim kemarau ke musim penghujan) membuat suhu saat siang yang terasa panas sekali dan malamnya akan berubah dingin.
Ini bisa menyebabkan penurunan daya tahan tubuh.
"Musim pancaroba biasanya terjadi sekitar bulan Agustus hingga September nanti. Hal ini membuat suhu lingkungan yang tidak stabil. Sehingga bisa memunculkan empat jenis penyakit yang perlu diwaspadai," kata dr Jati Kartinawati, dokter umum di Balai Kesehatan Masyarakat Wilayah Semarang, Senin (24/7/2017).
Jati memaparkan empat jenis penyakit yang rentan terjadi saat musim pancaroba.
Pertama, penyakit saluran nafas (ISPA). Jenis penyakil ini mulai dari radang tenggorokan, batuk, pilek/flu. Hal ini biasanya disebabkan karena adanya virus, bakteri, atau rangsangan alergen.
Kedua, penyakit saluran cerna, misalnya diare. Penyakit ini disebebkan karena kebersihan lingkungan dan sumber air yang kurang higenis.
Ketiga, penyakit yang diperantarai melalui nyamuk. Misalnya, demam berdarah. Penyakit ini diakibatkan virus yang dibawa melalui nyamuk Aedes Aegypti.
Keempat, penyakit gangguan ginjal dan saluran kemih. Hal ini disebabkan karena suhu yang tinggi, tak jarang ada orang yang mengalami dehidrasi. Akibatnya ginjal akan bekerja lebih berat, dan menyebabkan gangguan kerja di ginjal.
Agar badan tetap sehat saat musim pancaroba, dijelaskan pula cara penanganannya.
"Terpenting jaga stamina tubuh. Lalu menjaga pola makan, jangan lupa makan makanan bergizi, perbanyak sayur dan buah. Cukup minum air putih. Cukup istirahat. Olahraga yang rutin. Kendalikan stress dan kalau bisa hindari merokok," jelas Jati.
"Untuk penyakit demam berdarah bisa diperhatikan kebersihan lingkungan sekitar. Karena setiap ada genangan air setelah hujan turun, bisa menjadi media yang baik untuk perkembangbiakan nyamuk penyebab demam berdarah dangue (DBD). Apalagi suhu tinggi pada siang hari memperpendek fase peralihan dari fase telur ke nyamuk dewasa. Hal ini justru memperpanjang masa hidup nyamuk tersebut," imbuhnya.
Sementara itu, bagi pengendara motor, Jati menghimbau untuk selalu gunakan masker atau penutup mulut agar terhindar dari debu. "Mencegah lebih baik daripada mengobati," pungkasnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-flu_20160125_150612.jpg)