Sabtu, 9 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kesehatan

Sering Makan Mi Instan Bisa Picu Gagal Ginjal? Ini Faktanya

Kebiasaan sering mengonsumsi mi instan secara berlebihan bisa menjadi pemicu terjadinya gagal ginjal.

Tayang:
Penulis: Raf | Editor: raka f pujangga
IST
Ilustrasi Gagal Ginjal _ Kebiasaan sering mengonsumsi mi instan secara berlebihan bisa menjadi pemicu terjadinya gagal ginjal. 

TRIBUNJATENG.COM - Banyak orang merasa aman dari penyakit kronis karena tidak merokok dan tidak mengonsumsi alkohol.

Namun, tahukah Anda pola makan "praktis" sehari-hari bisa menjadi ancaman yang sama besarnya? 

Salah satu yang sering luput dari perhatian adalah kebiasaan mengonsumsi mi instan secara berlebihan.

Baca juga: Vidi Aldiano Meninggal Setelah Enam Tahun Berjuang Melawan Kanker Ginjal

Meski tampak sepele, tumpukan natrium dan zat aditif di dalamnya dapat menjadi beban berat bagi ginjal, organ penyaring darah utama di tubuh kita.

Mengapa Mi Instan Berisiko Bagi Ginjal?

Ginjal bekerja 24 jam sehari untuk menyaring racun dan mengatur kadar garam dalam tubuh.

Ketika kita mengonsumsi mi instan terlalu sering, ada beberapa faktor yang memaksa ginjal bekerja di luar batas kemampuannya:

Kandungan Natrium (Garam) yang Sangat Tinggi: Satu bungkus mi instan rata-rata mengandung 60 persen hingga 80?ri total kebutuhan garam harian orang dewasa.

Garam berlebih meningkatkan tekanan darah (hipertensi), yang merupakan penyebab utama kerusakan pembuluh darah kecil di ginjal.

Beban Zat Pengawet dan Fosfat: Mi instan mengandung zat aditif seperti pengawet dan penstabil.

Beberapa penelitian menunjukkan asupan fosfat tinggi dalam jangka panjang dapat mempercepat penurunan fungsi ginjal, terutama jika tubuh kurang mendapat asupan air putih.

Sindrom Metabolik: Kebiasaan makan mi instan seringkali dibarengi dengan konsumsi karbohidrat berlebih (seperti makan mi dengan nasi).

Hal ini memicu lonjakan gula darah dan risiko obesitas, yang secara tidak langsung merusak fungsi penyaringan ginjal.

Ancaman "Silent Killer" bagi Non-Perokok

Anda mungkin bertanya, "Bagaimana mungkin saya yang tidak merokok dan tidak minum alkohol bisa terkena gagal ginjal?"

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved