Pengendara Mulai Keluhkan Kemacetan di Jatingaleh
Seorang pengguna jalan, Ronny (27), warga asal Pudak Payung, Semarang, mengaku kelelahan setiap terjadi kemacetan di Jalan Gombel lama
Penulis: Nur Rochmah | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kemacetan parah yang terjadi hampir setiap hari di Jalan Setiabudi, lebih tepatnya setelah lampu merah Ngesrep hingga Jalan Gombel Lama sampai Jatigaleh, karena proyek underpass, mulai dikeluhkan warga.
Seorang pengguna jalan, Ronny (27), warga asal Pudak Payung, Semarang, mengaku kelelahan setiap terjadi kemacetan di Jalan Gombel lama. Sebab, antrean kendaraan yang panjang, membuat pengendara susah bergerak.
"Saya memakai kendaraan motor, jadi kalau macet pas turunan mau nggak mau tangan harus sering ngerem. Makanya lebih cepet capeknya," kata Ronny, saat dijumpai di pinggir jalan depan Pasar Jatingaleh, Minggu (23/7).
Ronny berharap projek jalan yang ada di Jatigaleh supaya lebih cepat selesai sehingga kemacetan yang terjadi bisa terurai
Aulia Sari Torodji (22), mahasiswi di Universitas Diponegoro juga mengeluhkan hal sama.
Dia pernah hampir tertinggal kereta akibat terjebak di Jalan Jatingaleh beberapa waktu lalu.
"Hampir satu jam saya terjebak kemacetan dari Jalan Gombel hingga jalan depan Hotel Normans. Waswas kalau ketinggalan kereta. Berungtung sampai di stasiun lima menit sebelum keberangkatan kereta," jelas Aulia.
Sejak seringnya terjadi kepadatan kendaraan di jalan tersebut.
Aulia memilih berangkat satu jam lebih awal, jika hendak bepergian menuju daerah Semarang bawah atau sekitarnya.
Meski ia rasa hal tersebut sedikit merepotkannya, tapi ia memilihnya supaya sampai di lokasi bisa tepat waktu.
Bagi pengguna jalan dari arah Ungaran menuju Semarang melalui Jalan Jatingaleh, diimbau agar melewati jalan alternatif supaya terhindar dari kemaceta.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/proyek-underpass-jatingaleh-kota-semarang-21-mei-2017-ok_20170528_115106.jpg)