Selasa, 5 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Perusahaan Pakain Renang Tampilkan Model Berukuran Plus di Catwalk, Publik Australia Gaduh

Kemunculan model dengan kelebihan berat badan di catwalk menimbulkan perdebatan di Australia.

Tayang:
Editor: rika irawati
GETTY IMAGES via BBC Indonesia
Perdebatan ini terjadi setelah sejumlah model ukuran plus tampil dalam pertunjukan catwalk busana renang yang digelar oleh Sports Illustrated. 

TRIBUNJATENG.COM - Kemunculan model dengan kelebihan berat badan di catwalk menimbulkan perdebatan di Australia. Mereka yang kontra menganggap kehadiran para model di atas panggung mode itu bentuk mengagungkan obesitas.

Perdebatan ini terjadi setelah sejumlah model ukuran plus tampil dalam pertunjukan catwalk busana renang yang digelar Sports Illustrated.

Sebuah artikel opini di Daily Telegraph Sydney mengritik penggunaan model seperti itu sebagai "tidak bertanggung jawab". Sementara, seorang ahli kesehatan mengatakan, lewat tampilan itu, mereka mempromosikan pesan "berbahaya" tentang kesehatan.

Namun, sejumlah ahli lain mengatakan, catwalk harus mewakili semua bentuk tubuh.

Perdebatan tersebut disulut setelah kolumnis Soraiya Fuda menulis: "Jika industri fesyen memutuskan berhenti menggunakan mode-model yang tampaknya memaksakan diri menderita kelaparan sampai tinggal kulit dan tulang, mereka seharusnya tidak memilih untuk mempromosikan bentuk tubuh yang sama-sama tidak sehatnya".

(Baca: Ketika Para Istri Dokter Ini Jadi Model Dadakan Peragakan Rancangan Gregorius Vici)

Namun, saat berbicara di televisi lokal, editor Sports Illustrated, MJ Day mengatakan, "Kami telah membuat pernyataan yang sangat positif bahwa kecantikan bukanlah 'satu ukuran untuk semua'".

Sejumlah pakar kesehatan juga ikut dalam perdebatan sengit tersebut.

Dr Brad Frankum, Presiden Australian Medical Association di New South Wales mempertanyakan mengapa model obesitas tidak menyebabkan reaksi serupa terhadap model yang kekurangan berat badan.

"Jika seseorang berjalan menyusuri catwalk sambil merokok akan muncul protes keras karena itu akan menjadi pesan yang sangat tidak sehat," kata Dr Frankum kepada BBC.

Baca: Lawan Bully, Model Perempuan Harnaam Kaur Biarkan Jenggot dan Kumis Tumbuh di Wajah

"Demikian pula jika kita mengirim orang dengan berat badan berlebih atau obesitas menjadi model pakaian di atas catwalk, apa yang dikatakan, adalah bahwa kita sedang merayakan kegemukan. Menurut saya itu berbahaya karena kita tahu ini adalah kondisi kesehatan yang berbahaya,".

Dr Frankum mengatakan, beberapa model dalam acara Sports Illustrated mengidap obesitas.

Namun, Prof John Dixon, kepala penelitian obesitas klinis di Baker IDI Heart and Diabetes Institute, mengatakan, model harus mewakili semua orang di masyarakat.

"Normalnya, kelebihan berat badan di komunitas kita dan begitu banyak - 28% orang Australia mengalami obesitas - cukup menyinggung jika orang gemuk tidak boleh muncul di atas catwalk," katanya.

Indeks Massa Tubuh antara 25 dan 30 termasuk dalam kisaran kelebihan berat badan, menurut Prof Dixon.
Ia mengatakan, siapa saja, termasuk orang gemuk dan gemuk, bisa tampil hebat di atas catwalk.

"Kami tahu stigma yang terkait obesitas begitu kuat sehingga kita harus menghormati orang yang mengalami obesitas karena kemampuan mereka untuk merasa baik, terlihat bagus dan berpakaian bagus," katanya.

(Baca: Siapa Sangka Model Cantik Ini Juga Pelatih Sepak Bola)

Mendesak perhatian
Model Stefania Ferrario, yang merupakan wajah pekan mode Melbourne, mengatakan, industri tersebut seharusnya tidak fokus pada hal-hal ekstrem.

"Saya setuju keragaman model dengan berbagai bentuk dan ukuran tapi saya pikir, tidak bertanggung jawab bahwa tidak ada lebih banyak model rentang berat badan yang sehat di atas catwalk," katanya kepada BBC.

Perempuan berusia 24 tahun, yang telah berbicara tentang berjuang dengan memiliki gangguan makan, menghindari dilabeli sebagai ukuran plus.

"Apa pun di atas ukuran delapan Australia diberi label plus dan rata-rata ukuran perempuan adalah 12 atau 14, dan ini sangat menyesatkan bagi perempuan muda," katanya.

"Ini menyiratkan bahwa perempuan-perempuan ini masih belum cukup ramping," tambahnya.

Baca: Cantiknya Paripurna, Model Perancis Ini Diam-diam Segera Nikahi Aktor Ternama Indonesia

Ferrario mengatakan, ia telah berhenti menjadi model untuk sementara waktu setelah jatuh ke dalam kategori "kelebihan berat badan" pada Indeks Massa Tubuh-nya.

"Saya merasa sangat tidak nyaman dan tidak sehat, dan pada dasarnya saya tidak menjadi model pada periode itu karena saya ingin mempromosikan pikiran dan tubuh yang sehat," katanya.

Dr Frankum mengatakan, penting untuk mempromosikan gaya hidup sehat.

"Saya tidak yakin bahwa kita memerlukan model obesitas dengan pakaian renang atau pakaian dalam untuk mempromosikan pesan tentang orang-orang agar merasa nyaman dengan diri mereka sendiri. Menurut saya tidak demikian," katanya.

"Ya, kita perlu merangkul orang dari segala bentuk dan ukuran tapi pada saat yang sama berusaha agar orang lebih aktif dan bugar dan membuat pilihan pola makan yang lebih baik," kata dia. (BBC Indonesia)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved