Ini penampakan Bus Tingkat Wisata Seharga Rp 3,5 Miliar yang Siap Layani Wisatawan di Kota Semarang
Kondisi bus cukup luas dan dingin karena berpendingin ruangan. Penumpang dipersilakan untuk menaiki di bagian atas atau di bawah.
Penulis: galih permadi | Editor: a prianggoro
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Galih Permadi
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG-Ada hal baru di jalanan Kota Semarang. Bus besar merah bertingkat dua (double deck) menjelajahi jalanan ibukota, Selasa (15/8).
Bus tersebut merupakan bus wisata tingkat yang akan berkeliling di sejumlah destinasi wisata di Kota Semarang.
Kemarin, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang melakukan ujicoba bus berkapasitas 70 penumpang tersebut. Tribun Jateng mendapat kesempatan untuk menaiki bus tersebut dengan keberangkatan dari Museum Mandala Bhakti.
Kali pertama naik, kondisi bus cukup luas dan dingin karena berpendingin ruangan. Penumpang dipersilakan untuk menaiki di bagian atas atau di bawah. Suasana berbeda ketika menaiki bus di lantai dua. Bus ini juga ramah bagi difabel.
Perjalanan selanjutnya menuju kawasan Kota Lama melalui Jalan Imam Bonjol. Tiba di Taman Srigunting bus berhenti sejenak sebelum melanjutkan perjalanan ke Simpang Lima, Kampung Pelangi, Klenteng Sampoo kong, hingga Museum Ronggowarsito. Perjalanan berakhir kembali di Museum Mandala Bhakti.
Pengemudi bus yang juga staf pengujian kendaraan Dishub Kota Semarang, Antonius Haryanto mengaku masih was-was dengan keberadaan kabel yang melintang di jalan dan pohon rindang.
"Selama ujicoba perlu diperhatikan ketinggian kabel dan sebagian pohon yang ketinggian kurang atau lebih dari 4,2 meter perlu dipotong," ujarnya.
Toni mengatakan bus memiliki suspensi udara yang membuat ketinggian bus bisa diturunkan. "Kalau pas mau lewat kabel melintang, bus bisa diturunkan minimal untuk melewati kabel.
"Tapi catatan ketika diturunkan kenyamanan penumpang berkurang," ujarnya.
Bus yang besar akan memakan badan jalan sehingga ketika berada di destinas wisata dibutuhkan tempat yang cukup luas.
"Saya harap pengendara lain memaklumi dan bersabar ketika bus yang besar ini berhenti. Apalagi ketika berhenti di Kampung Pelangi atau Sam Poo Kong, butuh area pemberhentian yang cukup luas," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dishub Kota Semarang, Muhammad Khadik mengatakan tujuan uji coba untuk mengetahui kondisi rute yang akan dilewati bus dan persoalan yang dihadapi bus seharga Rp 3,5 miliar tersebut. Beberapa catatan yakni keberadaan kabel PLN dan Telkom yang melintang perlu ditata dan ranting pohon yang perlu dirapikan.
"Selain itu Taman Sriguting rencana akan dilarang dilalui kendaraan khusus untuk pendestrian. Kami akan cari jalur lain yang bisa dilalui bus ini," ujarnya.
Bus tersebut rencana akan diluncurkan pada 17 September mendatang bertepatan Hari Perhubungan. Untuk regulasi penarikan retribusi tiket atau tidak, Khadik masih menunggu kebijakan Walikota Semarang, Hendrar Prihadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bus-wisata_20170815_182354.jpg)