Pabrik Gula Rendeng Berusia 177 Tahun Ini Bakal Direvitalisasi, Jadinya Seperti Apa Ya?
Revitalisasi pabrik yang sudah berusia 177 tahun itu juga akan berdampak bagi peningkatan ekonomi petani tebu rakyat di wilayah Kabupaten Kudus
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: bakti buwono budiasto
Laporan wartawan tribun Jateng, Rifqi Gozali
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – PT Perkebunan Nusantara IX (PTPN IX) bersama dengan konsorsium PT Wijaya Karya (Persero)- PT Barata Indonesia (Wika-Barata) melaksanakan peletakan batu pertama pekerjaan Enginering Procurement Construction and Commisioning (EPCC) revitalisasi Pabrik Gula (PG) Rendeng di Kudus, Selasa (22/8/2017).
Direktur Operasional PTPN IX, RM Satrijo Wibowo mengatakan, revitalisasi yang dilakukan akan menambah produksi gula yang semula 2.500 ton perhari (tonnes of cane per day/TCD) akan menjadi 4.000 TCD.
Selain itu menurutnya, revitalisasi PG Rendeng diyakini dapat menjadi batu lonjakan dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan.
Revitalisasi pabrik yang sudah berusia 177 tahun itu juga akan berdampak bagi peningkatan ekonomi petani tebu rakyat di wilayah Kabupaten Kudus dan sekitarnya.
Baca: Wow, Sekarang Layanan Dokumen Kapal Hanya 30 Menit, Caranya Lewat Inaportnet Pelabuhan Tanjung Emas
“Setelah swasembada beras kembali terwujud, industri gula nasional sangat berpeluang mejadi penyumbang swasembada pangan berikutnya,” kata Satrijo.
Maka dari itu, katanya, untuk mendukung kedaulatan pangan dan peningkatan produksi gula, pemerintah telah melakukan penambahan penyertaan modal negara (PMN) ke dalam saham PTPN IX.
“Salah satu penyertaan modal tersebut digunakan untuk revitalisasi dengan biaya mencapai Rp 225 miliar,” ujar Satrijo.
Selain sebagai bentuk dukungan terhadap program kedaulatan pangan, kata dia, revitalisasi tersebut benar-benar berdampak bagi kesejahteraan petani tebu PD Rendeng.
“Dengan meningkatnya kesejahteraan petani tebu, harapannya minta petani untuk menanam tebu juga senakin meningkat. Peningkatan itu juga harus diimbangi dengan peningkatan kualitas tebu yang optimal,” kata dia.
Baca: PT Semen Indonesia Yakin Produksi Semen 2017 Tumbuh 4 Persen
Dia menuturkan, pihaknya menetapkan Konsorsium Wika-Barata Indonesia sebagai pemenang tender pengerjaan EPCC revitalisasi PD Rendeng berdasarkan evaluasi administrasi teknis, dan kewajaran harga pada 10 Agustus 2017.
“Ini merupakan momentum yang baik untuk saling memperkuat bisnis masing-masing perusahaan sekaligus mendorong program pembangunan industri,” kata dia
Bintang Prabowo, Direktur Utama Wika mengatakan, pihaknya optimis proyek tersebut bakal berjalan dengan baik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pg-rendeng_20170822_180334.jpg)