Petani Banjarnegara Tergiur Bibit Wortel Ilegal dari Tiongkok, Begini Ceritanya
"Petani tidak mengetahui jika bibit itu ilegal. Mereka hanya ditawari kerjasama tamam dengan perusahaan,"katanya
Penulis: khoirul muzaki | Editor: bakti buwono budiasto
Hasil panen dari bibit asal Tiongkok ini juga dijanjikan lebih melimpah ketimbang bibit wortel biasa, mencapai 75 ton perhektar.
Baca: Inovatif, Dosen Undip Temukan Manfaatkan Limbah Kubis untuk Probiotik Hewan Ternak
"Bibit dan pupuk dikasih. Harga sudah jelas. Hasil panen dengan perkiraan itu jika dikalikan harga pembelian yang mereka tawarkan, hasilnya lebih dari Rp 300 juta perhektar. Siapa petani yang tidak kepincut,"katanya
Ibrahim menilai, petani tidak bisa dipersalahkan dalam kasus ini.
Mereka justru terancam dilanda kerugian jika wortel yang mereka panen tidak boleh diedarkan.
Ia berharap, wortel petani itu tetap bisa dibeli sehingga mereka tak merugi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/rekor-dunia-wortel-terbesar_20150910_164416.jpg)