Popnas 2017
Cabor Sepatu Roda Sumbang Dua Emas dan Satu Perunggu di Popnas 2017
Dua medali emas untuk kelas 500 meter putra dan putri berhasil diraih atas nama atlet Nafisah di kategori speed 500 meter, dan Enrico Devin Perkasa.
Penulis: hesty imaniar | Editor: bakti buwono budiasto
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hesty Imaniar
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Dari cabang olahraga eksebisi Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XIV 2017 sepatu roda, menyumbangkan dua medali emas, dan satu perunggu untuk Jawa Tengah, di kelas 300 meter putra, dan 500 meter putra dan putri.
Dua medali emas untuk kelas 500 meter putra dan putri berhasil diraih atas nama atlet Nafisah di kategori speed 500 meter, dan Enrico Devin Perkasa.
Untuk Nafisah, siswa SMA N 11 Semarang itu, mampu mengalahkan dua rivalnya dari DIY Yogyakarta dan Jawa Barat.
Sementara untuk Enrico, mampu menghempaskan atlet sepatu roda dari Jawa Timur dan DKI Jakarta.
Baca: Jangan Makan Mi Campur Nasi, Ini Bahayanya
Nafisah sendiri mengaku senang setelah mendapatkan medali emas, di nomor yang diikutinya.
Ia mampu menorehkan waktu 48,43 lebih cepat dari peringkat kedua yang diduduki atlet asal DIY Yogyakarta dengan catatan waktu 48,78.
“Senang ya, karena bisa mendapatkan medali emas, meski sedikit susah, karena di nomor 300 meter saya bermain ngotot, namun justru hasilnya belum maksimal, saya ada di urutan ke empat. Kemudian di nomor 500 meter saya berusaha bermain lepas, dan syukur saya bisa menyabet medali emas,” katanya, Jumat (15/9/2017).
Sementara itu, Pelatih Cabor Sepatu Roda Jawa Tengah, Erlangga Ardianza Wibowo bangga kedua atletnya mampu bawa medali emas.
Baca: Truk dan Bus Dilarang Melintas Tol Bawen - Salatiga, Ini Alasannya
“Memang kedua atlet kita ini mereka berasal dari atlet PPLP Jateng, sehingga kemampuan mereka memang diatas rat-rata, untuk itu baik Nafisah dan Enrico mampu meraih prestasi tertinggi di cabor eksebisi ini,” katanya.
Pria yang akrab disapa Angga ini menambahkan, bahwa kemampuan atlet sepatu roda saat ini sudah mulai merata, baik tim kuat seperti Jabar dan DKI Jakarta yang biasanya mampu mendominasi, kali ini harus mendapatkan persaingan ketat dari kontingen lainnya.
“Karena banyaknya berbagai kejuaraan nasional di cabor sepatu roda ini, tentu saya rasa imbasnya pembinaan atlet di cabor sepatu roda ini bisa merata, sehingga persaingannya pun sangat ketat, terutama di kelas 300 meter dan 500 meter ini,” jelasnya.
Baca: Terjaring Operasi Tangkap Tangan KPK, Ketua DPRD dan Dirut PDAM Banjarmasin Jadi Tersangka