Hendry Masih Usia 21 Tahun Tapi Sudah Punya Dua Fitness Center
Hendry Masih Usia 21 Tahun Tapi Sudah Punya Dua Fitness Center. Mahasiswa itu juga merintis bisnis property dan lain-lain
TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Hendry Wibowo Setiawan, laki-laki kelahiran 10 Juni 1996 ini sudah punya dua Fitness Center.
Dua tahun yang lalu, tepatnya tanggal 11 Oktober 2015, Hendry membuka pusat kebugaran pertamanya yang ia beri nama Young Gym, merombak GOR badminton miliknya di Jl. Wuni Benoyo I No. 2A Salatiga. Usaha membuka fitness center tersebut berasal dari hobi olahraga dan fitness yang ia tekuni.
Di usianya yang tergolong muda, mahasiswa UKSW Salatiga jurusan Ekonomi Pemasaran tersebut telah membuka cabang fitness center-nya di Ruko Kembang Arum, Jl. Nakula Sadewa Raya, Salatiga 10 Juli lalu. Masih mahasiswa tapi sudah punya dua fitness center.
Young Gym merupakan pusat kebugaran ekslusif ditujukan untuk kalangan menengah ke atas. Fasilitas yang ada pun sangat memadai, peralatan mesin fitness berjumlah lebih dari 20 unit, sauna yang dilengkapi dengan infrared, kamar mandi air panas, dan jaringan nirkabel (Wi-Fi).
“Kita ingin memfasilitasi orang-orang yang ingin hidup sehat. Sampai sekarang, total kita telah memiliki sekitar 1.100 anggota dengan member aktif sekitar 300 orang," kata Hendry kepada tribunjateng.com, Kamis (7/9) sore.
Untuk umum, semua fasilitas tersebut dapat dinikmati hanya dengan Rp 150.000 per bulannya. Sedangkan untuk pelajar akan mendapat potongan sebesar Rp 40 ribu dari harga umum. Meskipun ditujukan untuk kalangan menengah keatas, Young Gym juga menyediakan paket yang terbilang murah.
“Kita juga menyediakan varian lain, tanpa treadmill, sauna, maupun kamar mandi air panas. Untuk pelajar dikenakan biaya Rp 85.000 dan untuk umum Rp 100.000," imbuhnya.
Para member juga dapat menyewa jasa personal trainer untuk bimbingan sebanyak 12 kali selama sebulan. Untuk mendapat bimbingan langsung dari Hendry, dia menetapkan tarif Rp. 800.000 sedangkan untuk personal trainer yang lain akan dikenakan biaya sebesar Rp 600.000.
Konsep pusat kebugaran untuk kelas menengah keatas ini bukan tanpa alasan. Hendry menjelaskan bahwa pangsa pasar yang ia jaring dapat menguntungkan dirinya dan para member gym.
"Relasi sebenarnya yang kita bangun, tidak cuma fitness. Beberapa klien saya ada yang punya hotel, bus, pabrik. Jadi (member) pada kenal. Saling menguntungkan, bisa buka pikiran," terangnya.
Selain angkat beban, Young Gym juga menyediakan kelas-kelas senam dan seni bela diri.
“Kita ada kelas Zumba, itu pertama kali di Salatiga, lalu yoga dan aerobic. Untuk martial arts kita ada Muay Thai.”
Untuk dapat mendirikan dua fitness center seperti sekarang menurut Hendry tidaklah mudah. Mulai dari modal hingga SDM dan supervising karyawannya Hendry tidak luput dari rintangan.
"Di Salatiga itu untuk mencari SDM yang berkualitas agak susah, maka dari itu kita mengadakan training sendiri untuk karyawan personal trainers dan front-desknya (resepsionis). Tiap bulan saya pimpin rapat evaluasi dan training sekitar enam jam," papar dia.
Lantas, bagaimanakah awal mula bisnis pusat kebugaran ini?
Dalam hal modal, dia menyebut diberi oleh orangtuanya. Sejak umur 16 tahun dia sudah mengikuti workshops dan seminar-seminar multilevel-marketing, sebut saja pembicaranya Tung Desem.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/hendry-sedang-melatih-fitness-di-gym-nya-di-salatiga_20170917_100803.jpg)