Selasa, 12 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Menilik Proses Pembuatan Kerajinan Tembaga dan Kuningan di Boyolali

Tak tik tuk theng doeng-doeng... suara tempaan martil pada lempengan tembaga terdengar keras saat memasuki kawasan dusun Tumang, Cepogo Boyolali

Tayang:
Editor: iswidodo
tribunjateng/magang UKSW
Pusat kerajinan tembaga dan kuningan di dusun Tumang, Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. 

TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI - Tak tik tuk theng doeng-doeng... suara tempaan martil pada lempengan tembaga terdengar keras saat memasuki kawasan dusun Tumang, Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Dusun Tumang dikenal luas sebagai penghasil kerajinan berbahan dasar tembaga dan kuningan yang bervariasi dan tahan lama.

Pusat kerajinan tembaga dan kuningan di dusun Tumang, Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Pusat kerajinan tembaga dan kuningan di dusun Tumang, Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. (tribunjateng/magang UKSW)

Santoso, satu di antara perajin tembaga AA Gallery, menuturkan, mayoritas warga dusun Tumang menggeluti profesi sebagai perajin tembaga dan kuningan sejak puluhan tahun yang lalu.

"Kalau khusus AA Gallery ini sekarang sudah generasi kedua, dipegang oleh Bapak Ari Istanto. Beliau merupakan anak dari Alm. Pak Handoyo yang memulai kerajinan tembaga ini sejak tahun 1992," kata Santoso kepada tribunjateng.com, Kamis (6/9/2017).

Semua kerajinan tembaga dan kuningan yang dihasilkan di dusun Tumang adalah buatan tangan.

Pada awal pengolahannya, lempengan tembaga atau kuningan dipotong sesuai pola yang sudah disiapkan sebelum kemudian dibakar.

“Lempengan tembaga melewati empat kali proses pembakaran. Satu kali pembakaran hanya memerlukan 5 menit.” imbuh Santoso.

Pusat kerajinan tembaga dan kuningan di dusun Tumang, Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Pusat kerajinan tembaga dan kuningan di dusun Tumang, Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. (tribunjateng/magang UKSW)

Lempengan tembaga yang sudah melewati proses pembakaran kemudian melalui proses pengelasan untuk menyambungkan lempengan sesuai pola. Pada proses inilah bentuk awal dari kerajinan tembaga sudah mulai terlihat.

Setelah itu, tembaga yang sudah berbentuk memasuki proses hias dimana bentuk awal tersebut akan dipotong sedemikian rupa sesuai dengan desain yang diinginkan sebelum memasuki proses finishing.

Pria kelahiran 1978 itu juga menambahkan bahwa ukuran dan bentuk kerajinan tembaga dan kuningan yang dihasilkan di dusun Tumang saat ini sudah sangat bervariasi.

Jika dulu pengrajin hanya menghasilkan produk berupa peralatan rumah tangga seperti wajan dan panci, sekarang para pengrajin telah memproduksi tembaga dan kuningan ke dalam berbagai macam bentuk seperti lampu hias, patung, bath tub, kaligrafi, hiasan dinding hingga kubah masjid.

"Kami pernah mengirim patung Ir. Soekarno setinggi 6 meter ke Brebes. Dulu juga pernah membuat model sepeda motor Harley Davidson. Kalau sekarang kami sedang fokus untuk membuat beberapa piala Adipura berbagai ukuran untuk dikirim ke berbagai kota, salah satunya Banjarmasin. Ya semacam tugu, lah," papar dia.

Pusat kerajinan tembaga dan kuningan di dusun Tumang, Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Pusat kerajinan tembaga dan kuningan di dusun Tumang, Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. (tribunjateng/magang UKSW)

Selain mengandalkan bahan tembaga yang awet dan anti karat, berbagai macam inovasi juga dilakukan agar kerajinan tembaga dari dusun Tumang memiliki pasar yang lebih luas dan tetap hidup.

Salah satu inovasi yang ditawarkan oleh AA Gallery adalah dengan memberlakukan sistem pemesanan sesuai selera tanpa jumlah minimal pemesanan.

“Pembeli bisa memesan kerajinan tembaga satuan dengan bentuk sesuai selera.” Imbuh Santoso.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved