Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

MASIH Perawan, Air Terjun Palebur Gongso di Sumowono Ada Dua Gua Petapa

Curug Palebur Gongso merupakan wisata air terjun yang terletak di desa Keseneng, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang. Tempat ini dibuka untuk umum

Editor: iswidodo
tribunjateng/magang/UKSW
Curug Palebur Gongso merupakan wisata air terjun yang terletak di desa Keseneng, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang. Terdapat air terjun dan dua gua 

TRIB

Curug Palebur Gongso merupakan wisata air terjun yang terletak di desa Keseneng, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang.  Terdapat air terjun dan dua gua
Curug Palebur Gongso merupakan wisata air terjun yang terletak di desa Keseneng, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang. Terdapat air terjun dan dua gua (tribunjateng/magang/UKSW)

UNJATENG.COM, UNGARAN - Banyak wisata alam di Kabupaten Semarang baik yang sudah kondang maupun masih "perawan".

Ada juga wisata sejarah Candi Gedongsongo, curug tujuh bidadari dan umbul Sidomukti yang sudah terkenal.

Tak hanya itu, masih banyak destinasi wisata di Kabupaten Semarang yang belum ramai dijamah pengunjung. Salah satunya adalah wisata Curug Palebur Gongso.

Curug Palebur Gongso merupakan wisata air terjun yang terletak di desa Keseneng, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang. Tempat ini dibuka untuk umum sejak tahun 2013.

Curug Palebur Gongso merupakan wisata air terjun yang terletak di desa Keseneng, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang.  Terdapat air terjun dan dua gua
Curug Palebur Gongso merupakan wisata air terjun yang terletak di desa Keseneng, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang. Terdapat air terjun dan dua gua (tribunjateng/magang/UKSW)

Curug yang terletak di kaki gunung Ungaran ini masih terjaga kealamiannya dengan air yang jernih dan juga suasana sekitarnya yang hijau memanjakan mata.

Selain karena keindahannya, penduduk setempat menyebut air terjun Palebur Gongso konon menjadi tempat pertapaan Patih Kumbakarno dari kerajaan Alengka yang juga merupakan adik dari Rahwana atau Dasamuka.

Murtaji, seorang warga desa Keseneng yang mengelola air terjun Palebur Gongso, mengatakan bahwa keterkaitan air terjun tersebut dengan kisah Kumbokarno membuat air terjun Palebur Gongso berbeda dengan beberapa air terjun di sekitarnya.

Kumbokarno konon bertapa di air terjun ini untuk menghapuskan dosa-dosanya. Oleh sebab itu, nama curug Palebur Gongso diartikan "Pelebur Dosa" untuk mendeskripsikan lokasi wisata ini.

Di air terjun ini juga terdapat dua gua. Kumbokarno dipercaya bertapa di dalam goa yang ada di balik air terjun, bernama Goa Sakti.

Sedangkan Goa Pohon, goa yang terbentuk dari akar pohon yang besar dipercaya merupakan ceceran nasi tumpeng yang ditendang oleh Kumbokarno atas kemurkaannya terhadap Rahwana.

Untuk menuju lokasi ini, cukup mudah. Dari Barak Militer Bantir, pengunjung dapat melihat penunjuk tanda Curug Palebur Gongso. Namun, hanya kendaraan roda dua dan mobil yang dapat melewati jalur menuju air terjun Pelabur Gongso.

Lokasi air terjun kurang lebih berjarak 6 km dari barak tersebut atau 1,5 km dari pertigaan Curug Tujuh Bidadari. Ada panduan penunjuk arah disediakan penduduk sekitar. Biaya masuk hanya Rp 3.000 per orang. Pengunjung juga dapat menyewa pemandu jika ingin melihat Goa Sakti lebih dalam dengan biaya Rp 50.000 per kelompok sekitar 3-5 orang. (tribunjateng/magang UKSW/Sesar dan Samuel)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved