Terungkap! Misteri Bawang Selalu Bikin Nangis Ternyata Gara-gara Ini
Tak perlu patah hati untuk menangis. Cukup pergi ke dapur dan memotong bawang.
TRIBUNJATENG.COM - Tak perlu patah hati untuk menangis.
Cukup pergi ke dapur dan memotong bawang.
Efeknya telah menjadi rahasia umum bagi para penghuni dapur.
Mengapa hal itu bisa terjadi?
Mari kita simak penjelasan logis yang diutarakan oleh Duane Mellor, salah seorang dosen senior di Conventry University.
Baca: Astaga! Kekasih Pelaku Penembakan Massal Disebut Keturunan Indonesia
Mellor mengatakan, saat sel bawang dirusak, bahan memasak itu mengeluarkan propantial S-oksida.
Kandungan itu ditujukan untuk menghentikan kerusakan akibat hama.
Bila menguap, propantial S-oksida akan mengiritasi kelenjar lakrimal yang memproduksi air mata, dan Anda pun menangis.
Untungnya, propantial S-oksida yang dikandung bawang hanya sedikit hingga tak merusak mata.
Mekanisme pertahanan bawang sedikit berbeda dengan sayuran.
Baca: Usai Bekuk Pelaku, Polisi Buru Wanita Asia yang Terlibat dalam Penembakan Massal di Las Vegas
Terbukanya sel sayuran akan menghasilkan polifenol yang memiliki rasa pahit.
Hal itu akan menghentikan hewan untuk melahap sayuran lebih jauh.
Mari kita simak proses tangisan ini lebih jauh. Pada mulanya, bawang menyerap sulfur dari tanah dan disimpan dalam senyawa PRENCSO 1 (1-propenil-L-sistein sulfoksida).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/merasa-dirugikan-petani-brebes-ancam-bakar-bawang-impor_20160529_101518.jpg)