Rabu, 27 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Astaga! Sudah Bayar PBB, Puluhan Warga Cepiring Ini Dianggap Nunggak, Ke Mana Uangnya?

Puluhan warga Desa Cepiring berbondong-bondong mendatangi Balai Desa Cepiring, Jumat (6/10/2017).

Tayang:
Penulis: dini | Editor: bakti buwono budiasto
tribunjateng/dini
Warga tunjukkan bukti kwitansi pembayaran PBB di balai desa Cepiring, Kabupaten Kendal, Jumat (6/10/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Puluhan warga Desa Cepiring berbondong-bondong mendatangi Balai Desa Cepiring, Jumat (6/10/2017).

Mereka mempertanyakan uang pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang dibayar melalui sejumlah perangkat desa.

Pasalnya, meski rutin membayar namun mereka mendapatkan surat tagihan tunggakan PBB sejak tahun 2014.

Seperti yang diungkapkan Wawan Kurniawan, warga Desa Cepiring ini mengaku mendapatkan surat tagihan tunggakan PBB awal Januari 2017.

Baca: Menertawakan Meme, Menertawakan Kita

Padahal, dia sudah membayar lunas.

Dia pun mendatangi kantor pajak daerah.

Wawan kaget sebab setoran atas nama dia tidak ada sejak 2014.

Baca: Tommy Soeharto Tak Tertarik Jadi Presiden, Ini Alasannya

"Saya sudah pertanyakan ke balai desa tapi tidak mendapatkan jawaban, saya dan warga lain memberi waktu tetapi tidak ada perubahan akhirnya kami laporkan ke inspektorat, " ujarnya.

Senada, Sri Mulyani warga Desa Cepiring Rt 19 RW 1, mengungkapan dia sudah membayar pajak PBB sebesar Rp 25 ribu per tahun ke perangkat desa namun ada tagihan piutang PBB sejak 2014.

"Padahal ada bukti pembayarnya kenapa bisa nama saya kosong di kantor pajak, " ungkapnya sambil menunjukkan surat pembayaran pajak PBB.

Baca: Dinas PU Kota Semarang Siapkan Drainase Baru di Simpanglima Gara-gara Sering Banjir

Buruh cuci ini, selain PBB, dirinya pernah menyerahkan uang sejumkah Rp 1, 5 juta pada oknum perangkat di desanya pada 2010 untuk kepengurusan bea balik nama sertifikat tanah namun sampai saat ini tidak ada hasilnya.

"Tahun 2014 saya tanyakan ke Balai Desa malah diminta bayar Rp 500 ribu katanya buat pemutihan padahal saya cari uang bela-belain utang dan gak terima upah berbulan-bulan kok dibohongi, " ungkapnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved