Waduh, Kendal Hasilkan 200 Ton Sampah Tiap Hari, TPA Darupono Sampai Penuh
Kendati berada di tengah hutan dan jauh dari rumah warga namun tidak sedikit sampah yang ikut hanyut ke bawah terbawa arus air saat hujan deras.
Penulis: dini | Editor: bakti buwono budiasto
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dini suciatiningrum
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Sampah menjadi permasalahan klasik di Kabupaten Kendal.
Bukannya berkurang, volume sampah terus bertambah.
Pantauan tribunjateng.com, di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Darupono tumpukan sampah yang sudah menggunung mulai melebar dan menyebar sampai jalan.
Kendati berada di tengah hutan dan jauh dari rumah warga namun tidak sedikit sampah yang ikut hanyut ke bawah terbawa arus air saat hujan deras.
Baca: KPU Salatiga Perpanjang Waktu Pendaftaran Calon PPK Tingkir
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kendal Sri Purwati mengakui, TPA Darupono kondisinya sudah terlalu over dan rencananya memang akan ditutup.
"Sebagai gantinya, akan dibangun TPA yang modern di wilayah perbatasan Darupono yang berada di sebelah selatan TPA sekarang, " ujarnya, Kamis (19/10/2017).
Lebih lanjut dia mengatakan lahan pengganti TPA tersebut sudah disediakan seluas 5 hektar.
Untuk dana pembangunan TPA modern sudah diajukan pemerintah pusat.
Baca: Aminudin Potong Ranting Pohon dan Tidak Turun Lagi Ternyata . . .
"Dana yang dibutuhkan sebesar Rp 20 miliar, saat ini sudah mulai proses pengajuan anggaran ke pusat, targetnya 2018 sudah mulai dibangun," paparnya.
Kendati demikian, Purwati menganjurkan agar masyarakat Kendal sadar dan meminta berperan aktif mengurangi sampah dengan cara menggunakan tisu, plastik, dan kertas secukupnya.
"Dalam satu hari rata-rata sampah yang dihasilkan warga Kabupaten Kendal mencapai 200 ton per hari, " ungkapnya.
Ketua Paguyuban Bank Sampah Kendal, Nunu Sarah Zaenubia memaparkan persoalan sampah tidak akan selesai bila masyarakat tidak ikut terlibat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/tps-darupono-kendal_20171019_132848.jpg)