Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Menteri Koperasi dan UKM : Sejak 2014, Rasio Wirausaha di Indonesia Terus Meningkat

Rasio wirausaha itu diharapkan bisa tumbuh hingga mencapai 4 persen hingga akhir tahun 2017

Penulis: akbar hari mukti | Editor: muslimah
Tribun Jateng/Akbar Hari Mukti
Menteri Puspayoga didampingi Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo memukul gong tanda dibukanya pelatihan. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2016, saat ini rasio wirausaha di indonesia mencapai angka 3,01 persen dari jumlah penduduk negeri ini.

Rasio wirausaha itu diharapkan bisa tumbuh hingga mencapai 4 persen hingga akhir tahun 2017.

Begitu diungkapkan oleh Menteri Koperasi dan UKM Indonesia, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, usai membuka pelatihan pemberdayaan ekonomi bagi perempuan dan penyandang disabilitas, di Solo Techno Park, Solo, Sabtu (21/10/2017).

Menurut Menteri Puspayoga, rasio tersebut lebih tinggi dari pada 2014, sebelum Presiden Indonesia, Joko Widodo, menjabat.

"Sebagai perbandingan, tahun 2014 itu, rasio wirausaha berada di angka 1,55 persen. Jadi berdasarkan data itu, saat ini jelas meningkat," katanya.

Dirinya pun mengklaim, rasio wirausaha di Indonesia saat ini lebih tinggi dari standar rasio wirausaha Internasional, yakni 2 persen.

"Jadi lewat data itu bisa dipastikan, saat ini UKM kita sudah naik kelas," katanya.

Menurutnya, satu-satunya cara yang bisa digunakan untuk meningkatkan rasio wirausaha di sebuah negara, adalah pemerintah harus hadir dalam hal tersebut.

"Adanya pelatihan ini adalah satu contoh negara hadir. Kami juga sudah seringkali mendorong peningkatan produksi UKM di Indonesia dengan cara memberikan bantuan-bantuan modal, dan lain-lain," jelasnya.

Menteri Puspayoga pun menghimbau, selain kehadiran pemerintah, para pelaku usaha kecil dan menengah dapat meningkatkan penjualannya dengan cara online.

"Hanya saja perlu digarisbawahi, jangan sampai menomorduakan cara berjualan secara offline. Menurut kami, baik online dan offline harus seimbang," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved