Senin, 25 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Petani Tejorejo dan Wungurejo Blokade Jalan Proyek Tol Batang - Semarang

Mereka meletakkan bambu sekitar lima meter di jalan yang menjadi arus lalu-lintas truk pengakut material proyek

Tayang:
Penulis: dini | Editor: muslimah
Tribun Jateng/Dini Suciatiningrum
Puluhan warga terdampak tol di Desa Wungurejo dan Tejorejo, Kecamatan Ringinarum memblokade akses Jalan Proyek tol Batang-Semarang di Desa Tejorejo, Senin (23/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dini suciaginingrum

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Puluhan warga terdampak tol di Desa Wungurejo dan Tejorejo, Kecamatan Ringinarum memblokade akses Jalan Proyek tol Batang-Semarang di Desa Tejorejo, Senin (23/10/2017).

Mereka meletakkan bambu sekitar lima meter di jalan yang menjadi arus lalu-lintas truk pengakut material proyek.

Suasana semakin memanas tatkala warga membakar ban di tengah jalan. Mereka berteriak menyampaikan keinginan.

Satu diantaranya Sugito, Warga Tejorejo mengungkapkan saat ini kondisi para petani sangat memprihatinkan, sebab banyak yanh kehilangan mata pencaharian karena lahan yang menjadi sumber kehidupan telah hilang.

"Ganti rugi yang diterima petani tidak sesuai, kami tidak bisa membeli lahan lagi, "ujarnya

Selain itu pihaknya ingin agar dilakukan pengukuran karena pelebaran sepihak dengan memindah patok tanpa musyawarah.

"Sejak awal kami tidak pernah dilibatkan pengukuran apalagi data yang digunakan data usang tahun 2008. Selain itu, apprasial yang dipakai tidak obyektif. Lahan subur kok dianggap lahan tidur. Ini tidak mencerminkan rasa keadilan, " ungkapnya.

Warga wungurejo, Sukis menambahkan warga menuntut kopensasi tanaman dibayar. Sebab akibat debu proyek tol, para petani gagal panen tembakau dan jagung.

Sehingga, petani ingin kompensasi diberikan selama tiga kali musim dalam setahun sesuai panen yang didapat petani sebelum adanya proyek tol.

"Proyek tol ini juga sanga menggangu warga sebab saat jam mengaji dan istirahat alat-alat berat masih beroperasi, " keluhnya.

Sementara itu, Humas Waskita Seksi III, Andhika menjelaskan terkait tuntutan warga yang diajukan itu sama dengan demo yang sebelumnya termasuk ganti rugi tanaman.

Pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan warga dan smpai saat ini masih melakukan pengukuran terhadap ganti rugi tanaman

"Kami pihak waskita menerima aspirasi warga dan akan menyampaikan aspirasi tersebut ke pimpinan karena bukan kami yang memutuskan, " paparnya.

Menurutnya, proses tersebut juga tidak semudah itu dan membutuhkan waktu.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved