Khoerudin Ditangkap Densus 88, Orangtua: Saya Pasrah kepada Allah SWT
Makmum dan Tarwiyah tidak percaya bahwa putra mereka Khoerudin (34) ditangkap Densus 88 (24/10/2017) terlibat jaringan teroris.
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dini Suciatiningrum
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Makmum dan Tarwiyah tidak percaya bahwa putra pertama mereka Muhammad Khoerudin (34) yang ditangkap Densus 88 (24/10/2017) terlibat jaringan teroris.
Pasalnya, Khoerudin tidak pernah keluar kota berhari-hari.
"Selama delapan tahun dia ngajar di pondok tidak pernah pergi ke mana-mana apalagi berharihari," ungkap ayah Khaerudin, Makmum, Rabu (25/10/2017)
Sontak kabar tertangkapnya Khaerudin membuat keluarganya kaget.
Makmum mendapat kabar dari menantunya bahwa putranya ditangkap detasemen dan dibawa ke Jakarta.
Sang Ibu Tarwiyah, menambahkan sampai saat ini belum ada pihak-pihak terkait yang mengabarkan penangkapan putranya.
"Belum ada polisi yang datang beritahu," paparnya.
Dia dan suaminya hanya bisa pasrah dan berharap ada kabar baik tentang anaknya.
"Saya pasrah kepada Allah SWT," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/tempat-tinggal-muhammad-khoerudin-di-sukorejo_20171025_131010.jpg)