Rabu, 15 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Papan Imbauan BAB di Demak Viral, Tanggapan Warga Mengejutkan

Permasalahan buang air besar (BAB) tidak pada tempatnya menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan Kabupaten Demak

Penulis: rival al manaf | Editor: muslimah
tribun jateng/istimewa
Papan imbauan BAB di Demak yang viral di media sosial 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Permasalahan buang air besar (BAB) tidak pada tempatnya menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan Kabupaten Demak.

Setelah membuat program sedekah jamban, Dinkes juga gencar memasang imbauan-imbauan tentang BAB di kakus.

Beragam imbauan dengan kalimat yang berbeda-beda pula. Salah satu yang menarik perhatian adalah imbauan dengan bahasa jawa.

"Ojo Ngising Sembarangan! Ayo Ngising Nok Kakus (WC), (Jangan BAB Sembarangan! Ayo BAB di Kakus (WC)," begitu tulis imbauan yang beredar di sosial media.

Dalam papan reklame itu terpampang pula wajah Bupati Demak, M Natsir dan Wabup Djoko Sutanto.

Tak pelak spanduk dengan kalimat lugas dan berbahasa jawa tersebut mendapat tanggapan warga.

Faizun misalnya, pemuda asal Desa Gaji, Kecamatan Guntur, Demak itu menilai dari segi bahasa spanduk itu kurang halus.

"Kalau kampanye spanduk itu ditujukan buat orang yang tidak punya jamban, terus buang airnya di sungai, terlalu berlebihan kasarnya," terang Faizun.

Menurutnya, akan lebih efektif jika memberikan bantuan kakus atau WC umum di tempat-tempat yang memang masih banyak ditemukan warga yang buang air di sungai.

Terpisah, Kepala Dinkes Demak, Gufrin Heru Putranto membenarkan spanduk dengan bahasa yang lugas tersebut memang dikeluarkan instansinya.

"Memang ada spanduk itu bukan hoax, dipasang di Wedung dan satu lagi dipasang di Botorejo dekat jembatan Jalan Lingkar," tandas Gufrin.

Bukan hanya dua tempat tersebut ia juga memasang imbauan dengan tema yang sama di berbagai Puskesmas, hingga tempat publik. Hanya saja kalimat yang digunakan memang berbeda-beda.

Spanduk imbauan BAB dengam bahasa yang berbeda.
Spanduk imbauan BAB dengam bahasa yang berbeda. (Tribun Jateng/Dinkes Demak)

Terkait pemakaian bahasa yang lugas tersebut Gufrin menyatakan memang disengaja.

"Memang untuk daerah yang dekat pantai atau sungai harus begitu biar langsung paham," imbuhnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved