Rubbik Kampanyekan Mendongeng Lewat Awicarita Festival
"Tujuannya kami, ingin mengampanyekan kembali kebudayaan dongeng ini ke lingkungan anak-anak," ujar Kamal.
Penulis: Nur Rochmah | Editor: rika irawati
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Nur Rochmah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dongeng sebagai media edukasi anak-anak sudah jarang dijumpai. Padahal, sistem motorik anak lebih mudah menerima pesan yang dibawa dalam dongeng.
Hal ini diungkapkan Hikmat Kamal, anggota Komunitas Rumah Dongeng Mentari Yogyakarta di Rumah Belajar Bermain Inspiratif dan Kreatif (Rubbik) di Delik Rejo RT 13 RW 11 Tandang, Kota Semarang, Rabu (1/11/2017) siang.
"Kegiatan Jelajah Dongeng ini merupakan rangkaian acara dari Awicarita Festival. Tujuannya kami, ingin mengampanyekan kembali kebudayaan dongeng ini ke lingkungan anak-anak," ujar Kamal kepada Tribunjateng.com.
Dalam acara tersebut, selain mendongeng, anak-anak yang masuk di kelas juga diajak menikmati Tarian Kuda Lumping yang dibawakan lima anak laki-laki.
(Baca: Saat Para Pelajar SMP Berlomba Mendongeng Berbahasa Jawa, Ini yang Terjadi)
Antusiasme anak-anak dan orangtua yang hadir dikelas tampak tenang tatkala sesi mendongeng dimulai.
Juga, saat sesi berbagi cerita. Saat itu, Kamal mempersilakan siswa di kelas yang ingin berbagi cerita.
mendengar itu, Fika, langsung mengangkat tangan. Tanpa malu dan canggung, dia mengutarakan mimpi yang digambar di selembar kertas berukuran A4.
"Aku ingin jadi penyanyi," ujar Fika polos. Dia pun langsung menyanyikan lagu anak-anak yang dihafal.
Keceriaan Fika juga terlihat di mata anak-anak yang datang. Mereka juga terlihat tertawa lepas.
"Mimpi mereka cukup sederhana, ada beberapa yang ingin menjadi guru, pilot, polisi, programmer, bahkan menjadi orang yang rajin salat. Tapi, hal ini sudah mampu membuat mereka tertawa dan senang mengikuti rangkaian acara hari ini," ujar Eko Sri Rahayu, selaku founder Rubbik. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/mendongeng-di-rubbik_20171102_050743.jpg)