Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Sejarah Trek Bom di Banjarnegara, Mistam Saksikan Truk Serdadu Belanda Meledak

Kendaraan truk besar dengan muatan pasukan penuh di barisan kedua jadi target ledakan.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: bakti buwono budiasto
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKKI
monumen trek bom di desa Danaraja Purwanegara Banjarnegara 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM BANJARNEGARA - Sebuah monumen berbentuk trek bom berdiri megah di sisi jalan raya desa Danaraja, Purwanegara.

71 tahun silam, di tempat itu, sebuah bom jumbo yang ditanam para laskar pemuda pejuang berhasil menghancurkan serdadu Belanda.

Saat itu, Banjarnegara terbagi menjadi dua wilayah pemerintahan.

Batas Pemerintahan Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Pemerintahan Kolonial Belanda adalah jembatan di desa Joho Kecamatan Bawang.

Pembagian wilayah kekuasaan ini pada akhirnya memicu perlawanan masyarakat daerah pendudukan Belanda untuk terlepas dari pendudukan Belanda.

Baca: Ini Harapan Suporter saat Melepas Para Penggawa PSIS Semarang Berangkat ke Cikarang

Letkol Yasir Hadibroto yang memimpin keamanan di perbatasan waktu itu bertugas menghimpun laskar pemuda pejuang di daerah pendudukan.

Pemerintah RIS di Banjarnegara diam-diam rutin memasok perlengkapan perang ke markas Tentara Republik Indonesia (TRI) dan laskar pemuda pejuang di wilayah perbatasan RIS dan Belanda di desa Danaraja kecamatan Purwanegara.

Akhir Desember 1946, laskar pemuda pejuang di desa Danaraja merapat ke pemerintah RIS di Banjarnegara untuk mendiskusikan strategi perlawanan terhadap Belanda.

Perang gerilya dirasa kurang efektif melumpuhkan kekuatan Belanda karena persenjataan tentara pejuang kalah memadai.

Butuh taktik lain yang lebih jitu untuk menghancurkan kekuatan Belanda.

Baca: Pemkab Adakan Kemah Budaya Pelajaran se-Kabupaten Pekalongan, Ini Tujuannya

Para pemuda pejuang dari wilayah perbatasan ini akhirnya mendapat paket ranjau berukuran jumbo dari pemerintah RIS.

Ranjau didesain raksasa agar bisa membunuh sebanyak-banyaknya musuh dalam satu tarikan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved