Pasca Tanah Longsor di Asrama Putri Getasan Kabupaten Semarang, Para Mahasiswa Trauma
Saat kejadian, dia sedang berada di dalam kamar bersama rekannya Marcelina (21).
Penulis: deni setiawan | Editor: suharno
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Teologia (STT) Sangkakala, Febri Jati Nugroho mengutarakan, korban meninggal dunia dalam musibah longsor yang terjadi di asrama kompleks sekolah tersebut adalah mahasiswi Tingkat II Semester III.
Korban bernama Resy (22) tersebut diketahui adalah warga Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah.
Saat kejadian, dia sedang berada di dalam kamar bersama rekannya Marcelina (21) yang mengalami luka berat dan saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Paru (RSP) dr Ario Wirawan Kota Salatiga.
“Informasi yang kami peroleh, keduanya sedang menjalani kegiatan belajar mandiri di dalam kamar nomor 40 atau kamar yang berada di paling pojok lantai I blok Asrama Putri STT Sangkakala ini. Jam-jam segitu aktivitas mayoritas mahasiswi memang berada di kamar,” ucap Febri.
Baca: Tiba di Bandung, PSIS Semarang Langsung Gelar Latihan untuk Hadapi Persebaya Surabaya
Kepada Tribunjateng.com, Selasa (14/11/2017) dini hari, adapun posisi dirinya saat ini sedang berada di kantor yang letaknya berada di bangunan paling depan atau dekat dengan jalan utama Jalan Raya Kopeng Km 7 Dusun Kenteng, Desa Sumogawe, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
“Kami dengar ada teriakan dari penghuni asrama. Kami pun bergegas naik ke atas. Kebetulan kedua blok asrama berada di bangunan paling belakang. Dan di atasnya sedang dibangun Gedung Serba Guna," ujarnya.
"Setibanya di sana, kami lihat kepanikan para mahasiswa dan melihat sebagian bangunan runtuh tertimpa longsoran material talud bercampur tanah lumpur,” sambungnya.
Berdasarkan pantauan Tribunjateng.com di lokasi kejadian, terlihat bongkahan batu tersebar.
Sebagian dinding kamar bangunan asrama berlantai dua yang bersebelahan dengan pondasi talud pun hancur. Tanah (liat) urugan yang berada di samping bangunan Gedung Serba Guna ambles.
“Sekitar Juli 2017 lalu di lokasi ini sempat longsor. Tetapi tidak separah yang ini. Lantai gedung asrama putri yang kini sebagian hancur ini, sempat kebanjiran air tanah lumpur," ucap Staf Bagian Administrasi Akademik STT Sangkakala Agung Dian.
"Tidak tahunya kejadian lagi dan ini sangat parah, sampai memakan korban jiwa,” imbuhnya.
Baca: Karena Ucapan Ganjar Pranowo, Mahasiswa Ini Buat Usaha Getuk
Pasca kejadian, seluruh mahasiswa untuk sementara diungsikan di aula dan ruang kelas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/longsor-salatiga_20171114_033707.jpg)