Senin, 4 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

MENDUNIA: Mima Saina dan Lagu Nina Bobok, Sosok Wanita Indonesia Yang Selamatkan Bayi Yahudi

Mima Saina adalah pengasuh yang merawatnya saat dia disembunyikan dari kejaran Nazi untuk dimasukkan ke kamp konsentrasi.

Tayang:
ALFRED MUNZER/BBC
Foto di sebelah kiri memperlihatkan Alfred Munzer kecil digendong Mima pada sekitar tahun 1940-an. Sebelah kanan memperlihatkan foto Mima Saina. 

"Bila Tole dan Mima masih hidup hari ini, saya akan berterima kasih kepada mereka karena memberikan saya kesempatan hidup dan mereka akan tetap menjadi contoh teladan yang dapat dilakukan orang-orang bahkan bila mereka lagi dipengaruhi setan," katanya lagi.

"Sayangnya holocaust tidak menghapus kejahatan, namun orang harus tahu bahwa masih mungkin untuk berdiri menghadapi yang jahat dan melakukan apa yang benar."

Alfred yang menginjak usia 76 tahun pada Kamis (23/11/2017) saat ini tinggal di Washington DC, Amerika Serikat, sebagai pensiunan dokter.

Baca: Mirna Geram Lihat Sampah di Saluran Air Pasar Kendal

"Saya diberitahu (Rob Madna, putra Tole), saya tidur bersamanya. Ia menaruh pisau di bawah bantal untuk membunuh Nazi yang mungkin mencoba mengambil atau bahkan membunuh saya," cerita Alfred.

Sementara soal Mima, perempuan itu di dalam kenangan Alfred adalah sosok seorang wanita hebat.

"Dia adalah wanita hebat yang membesarkan saya dari usia saya sekitar sembilan bulan sampai sekitar saya berusia tiga setengah tahun."

Alfred adalah anak bungsu dari tiga bersaudara dari keluarga Simcha dan Gisele Munzer, imigran Yahudi dari Polandia, yang menetap di Belanda.

Sebelum Alfred yang lahir pada 1941 menginjak usia satu tahun, Jerman memulai deportasi besar-besaran hampir 100.000 orang Yahudi dari Belanda ke wilayah timur, khususnya Auschwitz, jaringan kamp konsentrasi Nazi di daerah yang dikuasasi Jerman.

Keluarga Alfred tak luput dari kejaran. Dua kakak perempuannya dititipkan ke keluarga lain yang ternyata adalah simpatisan Nazi.

Keluarga simpatisan Nazi tersebut melaporkan kedua kakak perempuan Alfred sebelum mereka dikirim ke kamp konsentrasi Auschwitz dan dibunuh pada Februari 1944.

Awalnya, Alfred dititipkan di rumah keluarga teman Annie Madna. Namun karena khawatir ia kemudian dititipkan ke keluaga mantan suaminya yang orang Indonesia, Tole Madna.

Di tempat Tole inilah Alfred tinggal selama tiga tahun dan diasuh dan dijaga oleh Mima.

Ayah Alfred, Simcha sempat berada beberapa bulan di Auschwitz dan kemudian dikirim ke tiga kamp berbeda di Austria sebelum akhirnya dibebaskan

Monique, yang membawa film ini ke sekolah-sekolah di Indonesia untuk memberi pengetahuan tentang holocaust, berharap orang Indonesia akan menyadari ada pahlawan pada masa yang menakutkan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved