Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Merasa Tak Puas Akan Kecantikannya, Bocah 11 Tahun Nekat Bunuh Diri

Mereka mengaku kaget mendengar kesaksian teman-temannya abhwa anaknya memberi tahu semua orang di instagram mengenai rencana bunuh dirinya

Editor: muslimah
mirror.co.uk
Milly Tuomey 

TRIBUNJATENG.COM - Seorang gadis berusia 11 tahun yang tidak senang dengan penampilannya dan menjalani kehidupannya mengungkapkan rencana memilukannya untuk bunuh diri di Instagram.

Milly Tuomey menyimpan 'buku harian bunuh diri' dan pernah menulis "gadis cantik tidak makan" di lengannya yang ia unggah setelah menyakiti diri sendiri.

Dia meninggal pada 4 Januari tahun lalu, tiga hari setelah usaha bunuh diri di rumahnya di Dublin.

Dilansir tribunjogja.com melalui mirror.co.uk seorang koroner mencatat sebuah keputusan untuk bunuh diri saat pemeriksaan atas kematian anak sekolah tersebut.

"Milly merupakan anak yang sangat dicintai, bugar, sehat dan berbakat," kata orang tuanya, Fiona dan Tim Tuomey yang hancur dalam sebuah pernyataan setelah pemeriksaan tersebut.

Mereka mengaku kaget mendengar kesaksian teman-temannya abhwa anaknya memberi tahu semua orang di instagram mengenai rencana bunuh dirinya.

Pengadilan Coroner Dublin mendengar bahwa pada tanggal 3 November 2015 Milly memposting di Instagram kepada ratusan teman tentang niatnya untuk meninggal pada tanggal tertentu.

Orang tuanya diberi tahu oleh kakak perempuannya dan sekolahnya.

Mereka membawa Milly menemui GP mereka dan selama kunjungan ini Milly mengungkapkan harapan kematiannya.

Dia berbicara tentang pikiran menyakiti diri sendiri dan mengatakan bahwa dia tidak senang dengan penampilan fisiknya selama beberapa tahun.

GPnya merekomendasikan agar dia menemui seorang psikolog klinis di An Cuan, sebuah konseling pribadi dan klinik psikoterapi.

Tuomeys membuat janji tapi psikolog tidak lagi membuka terapi. Milly ditugaskan ke ahli terapi seni, yang tidak memenuhi syarat untuk melakukan penilaian klinis.

Anak tersebut memulai serangkaian pertemuan mingguan pada tanggal 24 November 2015 di mana dia didorong untuk mengeksplorasi emosinya melalui sarana verbal dan visual.

Setelah kunjungan pertama Milly, terapis menasihati Ibu Tuomey untuk membuat janji dengan Layanan Kesehatan Mental Anak dan Remaja HSE (CAMHS).

Sebuah janji dibuat pada 30 Januari 2016 tapi ini diajukan setelah Nyonya Twomey menemukan sebuah 'buku harian bunuh diri' bersama dengan obat-obatan yang menunjukkan usaha untuk menyakiti diri sendiri di bawah tempat tidur putrinya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved