Merasa Tak Puas Akan Kecantikannya, Bocah 11 Tahun Nekat Bunuh Diri
Mereka mengaku kaget mendengar kesaksian teman-temannya abhwa anaknya memberi tahu semua orang di instagram mengenai rencana bunuh dirinya
"Dia akan memotong dirinya sendiri dan menulis kata-kata pada dirinya sendiri, 'Gadis-gadis cantik tidak makan'," ucapTuomey mengatakan kepada pengadilan.
"Kami ketakutan. Kami tidak memiliki pengalaman tentang hal ini dan tidak tahu harus berbuat apa, "lanjutnya
Keluarga tersebut disarankan untuk pergi ke departemen gawat darurat setempat jika ada kekhawatiran menjelang Natal atau di luar jam kerja.
Pengadilan mendengar bahwa pada tanggal 1 Januari 2016 keluarga tersebut makan malam bersama dan menonton sebuah film. Malam itu, Milly menyatakan bahwa dia bosan dan meninggalkan ruangan.
Dia ditemukan beberapa saat kemudian dalam kondisi kritis dan langsung dilarikan ke rumah sakit.
Dia dilarikan ke Rumah Sakit Anak-anak Bunda Maria dimana dia meninggal pada tanggal 4 Januari.
Gadis belia tersebut telah menyatakan keinginan bunuh diri, Psikiater Dr Antoinette D'Alton mengatakan kepada pengadilan.
"Bertahun-tahun yang lalu ini tak terbayangkan. Kini cita-cita bunuh diri semakin meningkat pada anak-anak muda sekitar usia tujuh tahun, "kata Dr D'Alton.
Saat ini Irish berada di urutan kelima di Eropa dalam kasus bunuh diri di kelompok usia 10 sampai 14 tahun.
Dekade yang lalu telah mengalami peningkatan 'langkah demi langkah' dalam kasus kerugian fatal non-fatal di antara usia 10 sampai 14 tahun, menurut Direktur Penelitian di National Suicide Research Foundation Profesor Ella Arensman.
Pemeriksa Dr Myra Cullinane memuji Twomeys atas keputusan mereka untuk menyumbangkan organ gadis kecil mereka.
Koroner mencatat komentar dari para ahli yang menyatakan bahwa sumber daya lebih lanjut dibutuhkan untuk layanan kesehatan mental anak dan remaja dan merekomendasikan penyediaan informasi untuk mendukung orang tua dan keluarga.
Dalam pernyataan mereka, keluarga tersebut mengatakan bahwa mereka menemukan bahwa tidak ada protokol klinis untuk saat seorang anak memiliki krisis kesehatan mental. Di Irlandia abad ke 21 ini sama sekali tidak bisa diterima.
Mereka memiliki harapan dan impian untuk putri mereka, dan Milly memiliki harapan dan impian untuk dirinya sendiri, kata mereka. Dalam kutipan dari buku hariannya, Milly menceritakan bagaimana dia berharap bisa menjadi 'dokter terkenal', menikah dan memiliki anak.
"Ketika saya berumur 23 tahun, saya ingin memiliki bayi pertama saya dan saat saya menjadi bayi kedua saya. Jika saya memiliki dua gadis, saya ingin memanggil mereka Vanessa dan Grace Tuomey, "tulisnya.
(Tribun Jogja/Hanin Fitria)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/milly-tuomey_20171202_085111.jpg)