Mahasiswa yang Tidak Aktif di Kegiatan Kampus Akan Rugi, Begini Penjelasannya
Mengajarkan mahasiswa untuk selalu berfikir dengan pendekatan sistem dan keterbukaan mahasiswa untuk menerima pendapat orang lain.
Penulis: Nur Rochmah | Editor: suharno
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Nur Rochmah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ketua Pembina yang sekaligus Ketua Pengurus Yayasan Alumni Undip Prof Dr Muladi SH, mendorong mahasiswa Universitas Semarang (USM) untuk aktif mengikuti kegiatan kemahasiswaan.
Baik kegiatan di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Badan Legislatif Mahasiswa (BLEM), maupun Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).
Hal tersebut, disampaikan Muladi saat memberikan pengarahan kepada aktivis mahasiswa USM dengan tema 'Peningkatan prestasi mahasiswa dan wawasan kebangsaan dalam rangka menangkal radikalisme, terorisme, dan narkoba di lingkungan USM' di Aula Gedung V Fakultas Kedokteran USM.
“Dengan aktif di kegiatan kemahasiswaan akan meningkatkan softskill mahasiswa tersebut, softskill hanya bisa didapat melalui organisasi dan mengandung nilai-nilai internal maupun eksternal."
"Dilihat dari sisi internal, softskill bisa menumbuhkan keyakinan diri sendiri, sementara di sisi eksternal softskill dapat dilihat dari kemampuan cara berinteraksi seseorang dengan orang lain," jelas Muladi pada rilis yang diterima Tribunjateng.com, Rabu (6/12/2017) sore hari.
Baca: Pelaku Pembunuh Ibu Kandung di Kudus Belum Bisa Ditetapkan Sebagai Tersangka Karena Ini
Selain itu, menurut mantan Rektor Undip ini setiap organisasi memiliki banyak manfaat.
Di antaranya yakni, sebagai tempat pembelajaran mahasiswa terkait berbagai hal.
Lalu, mengajarkan mahasiswa untuk selalu berfikir dengan pendekatan sistem, dan keterbukaan mahasiswa untuk menerima pendapat orang lain.
Selanjutnya, setiap organisasi dapat mentransfer nilai terhadap sikap diri sendiri.
Muladi juga berpesan, seorang aktivis juga jangan melupakan sejarah bangsa sendiri.
Karena pada era globalisasi saat ini, para pemuda perlu menerapkan jiwa nasionalisme anti radikalisme yang kuat.
Agar tidak terpengaruh adanya ideologi-ideologi yang tidak sesuai dengan ideologi di Indonesia.
“Sebagai seorang mahasiswa, terutama bagi aktivis kampus, jika menginginkan impian yang besar maka harus mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila pancasila,” imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/usm_20171206_211745.jpg)