Mendadak Muncul Pulau Baru di Lautan Pasifik, Ada Hubungannya dengan Mars?

Selang beberapa bulan muncul pulau baru tak berpenghuni dengan tinggi 121,92 meter dari permukaan laut

Danau kawah dari tepi sungai puncak di pusat Hunga Tonga-Hunga Haapai, yang dibentuk oleh letusan gunung berapi bawah laut pada tahun 2014. Para ilmuwan yang mempelajari massa lahan baru berharap dapat berfungsi sebagai template untuk pemahaman yang lebih baik tentang Mars kuno 

TRIBUNJATENG.COM - Letusan gunung api di bawah laut memberi dampak bagi kondisi geografis atau geologis di sekitar lokasi erupsi.

Salah satunya adalah kemunculan pulau baru.

Fenomena ini juga memberikan pengetahuan mengenai apa yang terjadi di planet lain selain Bumi.

Pada Desember 2014, gunung berapi bawah laut Hunga Tonga, yang ada di Pasifik Selatan, meletus.

Selang beberapa bulan muncul pulau baru tak berpenghuni dengan tinggi 121,92 meter dari permukaan laut yang letaknya sekitar 45 kilometer dari ibu kota Tonga, Nuku'alofa.

Baca: Kejutan! Pebulu tangkis Chen Long Mendadak Mundur dari Superseries Finals 2017

Para ilmuwan mengamati bagaimana gelombang air laut secara pelan membentuk pulau baru bernama Hunga Tonga-Hunga Ha'apai tersebut.

Nama ini berasal dari dua pulau tua yang mengapitnya.

Dalam pertemuan musim gugur American Geophysical Union di New Orleans pada hari Senin, para peneliti NASA membedah pulau baru di Pasifik ini.

Seperti dilansir dari National Geographic, Senin (11/12/2017), pulau Hunga Tonga-Hunga Ha'apai lahir dari gunung berapi bawah laut, Gunung Hunga Tonga, yang menjulang hampir satu mil (1.609 meter) di atas permukaan laut.

Saat gunung ini meletus akhir 2014 lalu, magma panas dari dalam perut bumi berkontraksi dengan air laut yang dingin, yang melemparkan abu dan batu ke atas dengan keras.

Baca: Tiga Perempuan AS Menuduh Donald Trump Menggerayangi Mereka, Ini Pengakuannya

Puing-puing itu menetap di sekitar puncak gunung berapi dan membentuk pulau baru yang berada di antara dua pulau tua.

Sejak Januari 2015, citra satelit telah sangat membantu untuk memotret pulau ini. Gambar satelit selalu menunjukkan perubahan gambar dari waktu ke waktu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved