Kisah Anggota Sabhara Kawal Menjaga Para Tahanan
Mata Aiptu Rahmat fokus mengawasi gerak gerik pengunjung di depan ruang tahanan laki laki Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Selasa (12/12) lalu.
Penulis: muh radlis | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM - Mata Aiptu Rahmat fokus mengawasi gerak gerik pengunjung di depan ruang tahanan laki laki Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Selasa (12/12) lalu. Selain itu, dia memeriksa barang bawaan pengunjung yang akan diberikan para tahanan.
Demikianlah di antara tugas para pengawal para tahanan saat menunggu jadwal sidang di PN Semarang. Bersama rekannya dari Polrestabes Semarang, Aiptu Rahmat memeriksa satu persatu barang bawaan pengunjung. Seseskali, dia bergurau dengan rekan-rekannya.
Meski sesekali bersenda gurau, namun kewaspadaan Aiptu Rahmat dan rekannya tetap terjaga. Kewaspadaan para anggota polisi ini merupakan kunci utama agar barang-barang terlarang tidak lolos masuk ke dalam sel tahanan.
"Kuncinya kewaspadaan kami tidak boleh kendor," kata Rahmat.
Bersenjatakan AK 101, para polisi itu berjaga di beberapa titik yang tersebar di sekitar ruang tahanan laki laki dan perempuan. Pengawasan semakin ditingkatkan apabila jumlah tahanan yang akan disidangkan juga bertambah.
"Hari ini 42 tahanan yang akan disidangkan," jelasnya.
Makin banyak tahanan yang akan disidangkan, maka akan makin banyak pembesuk baik dari keluarga hingga teman tahanan itu. Kondisi ini menuntut Rahmat dan rekan rekannya dari Sabhara Polrestabes Semarang harus fokus mengawasi satu per satu pengungunjung.
Terlebih, saat para pembesuk ini mulai berjejal di depan sel untuk memberikan makanan atau sekeda minuman kepada tahanan.
"Kalau ramai pengunjung makin waspada. Apalagi kalau sudah sesak di depan sel," kata pria yang juga bertugas sebagai pawang satwa K9 di Unit Satwa Sabhara Polrestabes Semarang itu.
Sejak pagi hingga sore bahkan menjelang malam hari, kewaspadaan para polisi ini tidak boleh berkurang selama sidang masih berlanjut. Untuk mengusir rasa penat dan kantuk, sesekali mereka bercanda.
Untuk makan pun mereka tetap berjag. Beruntung lokasi para polisi ini berjaga bersebelahan dengan kantin sehingga tak perlu meninggalkan lokasi apabila ingin makan.
Selama bertugas mengawal para tahanan, Aiptu Rahmat mengaku telah mendapati berbagai macam benda terlarang. Mulai dari pil koplo hingga minuman.
"Yang pasti narkoba. Sabu, ganja, pil, sudah pernah coba diselundupkan oleh pengunjung. Bahkan, beberapa kali kami temukan minuman keras yang coba diselundupkan," bebernya.
Menurutnya, apabila mendapati pengunjung yang akan menyelundupkan benda terlarang, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Polsek setempat untuk proses hukum. "Kami serahkan ke Polsek kalau ada temuan seperti itu," jelasnya.
Berbagai macam modus operandi penyelundupan yang telah "dibongkar" oleh Rahmat dan rekan rekannya. Mulai dari memasukkan benda terlarang ke bungkusan makanan hingga memasukkan makanan ringan, permen
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/tahanan_20170927_170315.jpg)