Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Cuaca Ekstrem

Warga Harap Ada Bantuan untuk Rumah-rumah yang Rusak Terendam Banjir Ngemplak

Warga Harap Ada Bantuan untuk Rumah-rumah yang Rusak Terendam Banjir di Gedung Batu Tengah Ngemplak Simongan

Penulis: Daniel Ari Purnomo | Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG/DANIEL ARI PURNOMO
Puluhan rumah tergenang banjir di Jalan Gedung Batu Tengah RT 8 RW 5, Kelurahan Ngemplak Simongan, Semarang Barat, Kota Semarang, Rabu (13/12) malam. Sejumlah hunian warga rusak ringan. 

Laporan Tribun Jateng, Danial Ari Purnomo

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Puluhan rumah tergenang banjir di Jalan Gedung Batu Tengah RT 8 RW 5, Kelurahan Ngemplak Simongan, Semarang Barat, Kota Semarang, Rabu (13/12) malam. Sejumlah hunian warga rusak ringan.

Ketua RT 8, Tri mengungkapkan air menggenangi wilayahnya sekitar pukul 20.00 WIB. Ketinggian air bervariasi antara 50-100 centimeter. Debit air berangsur naik selama satu jam, kemudian surut sekitar pukul 22.00.

"Ini air kiriman dari Karangsari dan Karang Jangkang. Jadi air masuk ke saluran klenteng, tidak mampu menampung, meluap masuk kampung kami," katanya.

Dia berujar sedimentasi saluran penampungan air di klenteng sudah tebal. Harapannya, pemerintah Kota Semarang maupun pengelola klenteng melakukan normalisasi.

Menurutnya, banjir kali ini yang terparah dalam tahun 2017. Kampung Gedong Batu Tengah wilayah langganan banjir. Kontur wilayah kampung itu dikatakan Tri mirip mangkuk.

"Biasanya ketinggian air maksimal 50 centimeter. Malam ini capai satu meter. Motor-motor titipan pelanggan kerendem semua, tombok," ujar pemilik bengkel motor itu.

Ada tiga unit motor pelanggan yang masih digarap Tri. Motor-motor itu terendam hingga jok duduk.

Banjir juga menyebabkan kayu kusen jendela dan pintu ruang tamunya roboh. Kaca-kaca jendela pecah. Robohan kusen menimpa kursi dan meja.

Kondisi terparah dialami Siswoyo. Rumahnya terendam air setinggi kisaran 120 centimeter. Dia tak sempat mengevakuasi barang-barang berharga.

"Yang salah bukan banjirnya, tetapi rumahnya. Karena lebih rendah dari jalan kampung. Saya tak sempat menyelamatkan barang-barang," celoteh Siswoyo.

Penerangan rumah Siswoyo terpaksa dimatikan. Instalasi listriknya terendam air. Dia berupaya mencari barang-barang berharga menggunakan lampu senter.

Tak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Beberapa warga Gedung Batu Tengah merugi fisik bangunan rumah.

Jumlah keluarga di RT 8 sebanyak 38 KK. Para warga membutuhkan bantuan berupa pembersihan sisa lumpur dan perbaikan bangunan. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved