Sabtu, 18 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Memarahi Anak, Membunuh Satu Miliar Sel di Otaknya. Ini Penjelasan Dokter Nurul

Golden Age adalah masa penting dalam mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak.

Penulis: Puspita Dewi | Editor: galih permadi

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Wilujeng Puspita Dewi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Golden Age adalah masa penting dalam mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak.

Dalam rangka Ulangtahun ke 1 Komunitas Parenting "Instakids" Semarang, Instakids mengadakan acara sharing mengenai masa Golden Age. Acara tersebut  diselenggarakan pada Minggu (17/12/2017) di Rooftop Allstay Hotel,  Jalan Veteran Nomor 51, Semarang, Jawa Tengah.

Dokter Nurul Afifah, satu di antara pembicara menuturkan bahwa masa Golden Age, adalah fase saat otak anak mengalami  perkembangan paling cepat dalam pertumbuhannya.

dr Nurul Afifah saat menghadiri ulang tahun komunitas parenting Semarang
dr Nurul Afifah saat menghadiri ulang tahun komunitas parenting Semarang "Instakids" ke 1, yang diselenggarakan pada Minggu (17/1272017) di Rooftop Allstay Hotel, Jalan Veteran Nomor 51, Semarang, Jawa Tengah. (TRIBUN JATENG/WILUJENG PUSPITA)

"Kurang lebih 80% otak anak mengalami perkembangan  pada usia 0-5tahun.  Pada masa tersebut,  kemampuan otak untuk  menyerap informasi sangat tinggi," tutur Dokter Nurul.

Dalam masa emas tersebut, dokter Nurul menganjurkan kepada anggota Instakids untuk tidak melakukan  hal-hal yang dapat mematikan sel-sel otak anak, di antaranya bentakan, ancaman,  hardik dan marah.

"Di dalam otak anak, terdapat belasan triliun sel-sel otak. Memarahinya akan membunuh satu miliar sel di otaknya. Begitu juga dengan mengancaman, menghardik dan membentaknya.  Sedangkan kekerasan fisik seperti cubitan, akan membunuh 10 milyar sel-sel otak anak, "

Sebaliknya, memeluk, memuji, mengelus kepalanya, akan menumbuhkan belasan triliun sel di otaknya.

Ibu-ibu muda yang tergabung dalam komunitas parenting" Instakids", mempunyai cara sendiri untuk menasehati anak. Yaitu dengan cara membelai kepala sambil memberikan petuah.

Memarahi anak dengan cara yang salah, dapat menyebabkan anak menjadi stres. Tidak hanya mematikan,  stres juga dapat merusak secara permanen fungsi otak anak,  merusak ingatan cara ia belajar serta merusak memorinya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved