Awas! Hal Ini Bisa Membuat Resolusi 2018 Kamu Gagal Diwujudkan
Pergantian tahun menyimpan makna tersendiri bagi setiap manusia di muka bumi.
Penulis: galih permadi | Editor: galih permadi
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Galih Permadi
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG-Pergantian tahun menyimpan makna tersendiri bagi setiap manusia di muka bumi.
Ritual-ritual seperti nonton kembang api di pusat kota, bakar jagung di pelataran rumah, hingga berdoa di rumah ibadah, menjadi kebiasaan yang lazim dilakukan oleh kita dalam menyambut pergantian tahun.
Namun, ada satu lagi ritual yang tak kalah penting, dan yang hampir tak pernah lupa kita lakukan ketika menyambut pergantian tahun baru.
Ritual apakah itu?
Ritual tersebut adalah membuat resolusi tahunan.
Resolusi tahunan banyak dibuat oleh manusia, khususnya ketika menghadapi pergantian tahun.
Hal tersebut menjadi lumrah dilakukan karena tahun baru menyimpan suatu momentum, saat yang tepat, yang jika dapat dimanfaatkan dengan baik, ia akan sangat membantu kita dalam mencapai apapun yang kita inginkan dalam satu tahun ke depan.
Namun, banyak di antara kita ketika membuat suatu resolusi, hanya menjadi sebuah resolusi belaka. Banyak resolusi yang hanya berhasil dituliskan, namun tidak berhasil dinyatakan.
Bahkan tak jarang, resolusi tahun baru dibuat untuk menyelesaikan resolusi tahun sebelumnya, di mana resolusi tahun sebelumnya, di buat pada tahun sebelumnya lagi.
Ternyata, gagal terwujudnya resolusi tersebut kebanyakan bukan karena kurangnya action yang dilakukan. Namun jauh sebelum itu. Yaitu ketika proses merancang resolusinya.
Banyak di antara kita, membuat resolusi hanya sekedar menuliskannya saja, tanpa memperhatikan kaidah-kaidah yang baik dan benar, yang sesuai dan nyaman untuk tubuh, emosi, dan pikiran bawah sadar.
Memangnya apa yang terjadi jika resolusi yang dibuat tidak bersahabat dengan tubuh, emosi, dan pikiran bawah sadar?
Yang terjadi ialah, ia akan di-reject a.k.a ditolak oleh pikiran bawah sadar kita. Sehingga persentase keberhasilan resolusi tersebut menjadi sangat rendah.
Lantas, bagaimana cara merancang resolusi yang bersahabat dengan tubuh, emosi, dan pikiran bawah sadar?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/resolusi-2018_20171221_112027.jpg)