Awas! Hal Ini Bisa Membuat Resolusi 2018 Kamu Gagal Diwujudkan
Pergantian tahun menyimpan makna tersendiri bagi setiap manusia di muka bumi.
Penulis: galih permadi | Editor: galih permadi
Trainer Pemberdayaan Diri, Bayu Aji Prasetyo memberikan tips untuk merancang resolusi yang bersahabat.
Berikut adalah kaidah-kaidahnya:
1. Nyatakan secara positif
Dalam merancang resolusi, sebisa mungkin tuliskan/nyatakan dengan kalimat yang bermakna positif.
Contoh:
Alih-alih kita menyatakan seperti ini,
“Tahun 2018, aku akan turun berat badan sebanyak 5 kg”
Lebih baik kita nyatakan seperti ini,
“Tahun 2018, berat badanku menjadi 70 kg.”
Mengapa harus–lebih tepatnya dianjurkan–dinyatakan dengan kalimat yang positif? Karena pikiran bawah sadar sulit untuk mencerna kalimat-kalimat yang mengandung kata negasi.
Anda boleh perhatikan, ketika ada banner di pinggir jalan yang bertuliskan “Jangan tengok kiri, ada laundry!”, lantas apa yang Anda lakukan? Sebagian besar malah justru akan menengok ke kiri. Kenapa? Karena penasaran!
2. Dapat diinderakan
Dalam membuat resolusi, pastikan resolusi tersebut dapat diinderakan wujudnya (baik bentuk, gambar, warna), suaranya, dan bagaimana rasanya ketika resolusi tersebut tercapai.
Mengapa harus dapat diinderakan?
Karena dengan membuat resolusi yang dapat diinderakan, membuat pikiran bawah sadar kita mengenali seperti apa yang kita inginkan. Hal tersebut menjadi sebuah clue atau tanda untuk pikiran kita, bahwa ada ‘garis finish’ yang harus kita lewati.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/resolusi-2018_20171221_112027.jpg)