Kapolri Reuni dengan Terpidana Bom Kedubes Australia di Nusakambangan, Bergini Perbincangannya
Senyum Tito tak lepas dari momentum pertemuannya dengan Iwan Darmawan Mutho alias Rois.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: suharno
Ia pernah berpengalaman bergabung dengan kelompok kriminal bersenjata di Filipina untuk melakukan kontak senjata dengan musuh.
Rois juga sempat ditempa pendidikan militer bersama kelompok radikal di Afganistan.
"Dia cukup terlatih, lulusan Afganistan. Saat ditangkap dulu, kami sempat kontak senjata dengannya dan teman-temannya," katanya.
Baca: Pengemudi Cari HP yang Jatuh, Taksi Online yang Dikendarainya Keluar Jalur dan Menabrak
Namun, bukan aksi bom bunuh diri yang mengakhiri riwayat Rois.
Ia harus bersabar menunggu kematian di dalam Lapas Nusakambangan.
Dia kini menempati Lapas High Risk Pasir Putih yang disiapkan khusus bagi napi teroris berisiko tinggi sekelas dia dengan penjagaan ekstra.
Rois tak bisa berkutik di Lapas High Risk, karena selain diawasi ketat oleh petugas dan CCTV, interaksinya dengan orang luar juga dibatasi.
Perlakuan khusus terhadap napi teroris berisiko tinggi ini agar napi tidak memiliki kesempatan untuk membangun sel jaringan teroris baru dari dalam Lapas, hingga melakukan radikalisasi terhadap orang di sekitarnya.
Karena itu, sebagaimana manajemen di Lapas High Risk Batu khusus bandar narkoba, ada assessment khusus untuk calon para pegawai yang bertugas menjaga dan mengawasi napi teroris ini.
"Dulu waktu di Polda katanya bisa lebih bebas, di Pasir Putih sini ampun-ampun dia, gak bisa apa apa," katanya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kapolri_20171222_202011.jpg)