Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Acara Gedung Songo Royal Culture Dibuka Dengan Kirab Budaya Berbagai Daerah

Acara Gedong Songo Royal Culture yang diselenggarakan Kawitan Amarta Bumi Kendal, di dalam area Candi Gedong Songo

Penulis: Adelia Sari | Editor: Catur waskito Edy
Like Adelia
Kirab Budaya pembukaan acara Gedung Songo Royal Culture di Candi Gedung Songo, Sabtu (23/12/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Like Adelia 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG.COM - Acara Gedong Songo Royal Culture yang diselenggarakan Kawitan Amarta Bumi Kendal,  di dalam area Candi Gedong Songo dibuka dengan kirab budaya, Sabtu (23/12/2017). 

Kirab dimulai dari Joglo Laras menuju lokasi acara yang berada di area Candi Gedong Songo sejauh 288 meter. 

Di barisan depan ada penari kuda lumping sebanyak 10 orang. 

Lalu disusul dengan barisan pembawa alat musik berupa gong, dan ada prajurit wanita.

Raja-raja Nusantara
Raja-raja Nusantara (Like Adelia)

Setelah itu ada Ratu Sima yang memegang tongkat diikuti dayang-dayang pengawal. 

Kemudian barisan raja-raja nusantara dari seluruh Indonesia. 

Sedangkan di barisan terakhir ada perwakilan tokoh agama lintas agama,Islam,Kristen,Kong Hu Cu, Hindu.

Acara dilanjutkan dengan tari Topeng Getak dari Kerajaan Pamekasan. 

Lalu doa empat kiblat papat, yaitu doa dari empat penjuru arah. 

Sri Anglung Prabu Punto Djoyo Negoro Cokro Buono Giri Noto, ketua umum majelis adat Budaya Kraton Nusantara.
Sri Anglung Prabu Punto Djoyo Negoro Cokro Buono Giri Noto, ketua umum majelis adat Budaya Kraton Nusantara. (Like Adelia)

"Semoga dengan acara ini kita dapat merefleksi diri bahwa leluhur kita hebat, mari kita bangkitkan dan hormati kebudayaan kita. Dan mari melestarikan adat kebudayaan sebagai jati diri untuk tonggak kehidupan," ucap Sri Anglung Prabu Punto Djoyo Negoro Cokro Buono Giri Noto, ketua umum majelis adat budaya kraton nusantara.

Acara ini dihadiri raja-raja dari 

kerajaan Nusantara, mulai dari Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Sumatra Barat, Bali, Sulawesi, Sumedamg, Pamekasan.

Kemudian ada pemika agama dari Islam, Kristen,Hindu,Buddha dan Kong Hu Cu. 

Acara dilanjutkan pembacaan ikrar raja-raja nusantara, doa lintas agama dan ruwatan. 

Selain sebagai rasa syukur dan meminta keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa, acara ini bertujuan mengenalkan kebudayaan asli dan pariwisata di daerah Bandungan Semarang. (*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved