Sabtu, 2 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Momen Tak Terlupakan Gus Dur, Ditertawai Megawati Usai Buka Amplop Salam Tempel. Isinya?

KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Megawati pernah menjadi pasangan yang memimpin Indonesia periode 1999-2001

Tayang:
Editor: muslimah
Twitter
Gus Dur dan Megawati 

TRIBUNJATENG.COM - KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Megawati pernah menjadi pasangan yang memimpin Indonesia periode 1999-2001.

Keduanya ternyata memang sudah akrab sejak dulu. Gus Dur menganggap Megawati adalah adiknya begitu juga sebaliknya. Megawati menganggap Gus Dur adalah kakaknya.

Biarpun keduanya pernah menjadi pasangan Presiden dan Wakil Presiden dan akrab sejak lama, bukan berarti hubungan keduanya berjalan mulus.

L
Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. (kanan) Lukisan Gus Dur saat mengenakan busana Cheongsam. (kompas.com)

Salah satunya, pada momentum jelang Pemilu 1997. Saat itu, Gus Dur pergi ke banyak tempat bersama Siti Hardianti Rukmana alias Mbak Tutut.

Gus Dur membawa Tutut masuk ke kantong-kantong massa Nahdlatul Ulama seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Lampung, dan memberi angin bagi Tutut untuk menarik warga Nahdliyin agar memilih Golkar.

Megawati saat itu menyerukan kepada para pendukungnya untuk golput, tak memilih pada Pemilu 1997.

Gus Dur pun kebakaran jenggot dan mengecam pernyataan Megawati.

Hubungan Gus Dur-Megawati menegang.

Sikap Gus Dur yang mengecam pernyataan Megawati kemudian mengundang antipati kalangan prodemokrasi.

Gus Dur dicoret dari jajaran tokoh prodemokrasi.

Tak hanya itu, kedekatan dengan Tutut berimbas pada sikap tegas Gus Dur membiarkan Megawati berjuang sendirian.

Saat peristiwa 27 Juli 1996 atau yang kerap disebut "Kudatuli", Gus Dur menganjurkan Megawati untuk tidak melawan dan rujuk dengan pemerintah.

Setelah itu hubungan keduanya kembali rekat. Terbukti mereka bisa menjadi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia periode 1999-2001.

"Biasanya kalau saya berantem dengan beliau, terus saya gak mau ketemu. Purik (ndongkol, red). Saya tahu pasti nanti saya menang," katanya.

;
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri memberi sambutan saat acara deklarasi di Kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Jakarta, Rabu (14/5/2014). (KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO)

"Karena apa, pasti nanti Gus Dur telepon. 'Mba, lagi opo', 'di rumah mas'. 'Bikinkan saya nasi goreng ya, saya sudah di depan pintu rumah'," ujar Megawati.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved