Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Inilah Pesan Natal Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Isinya Bikin Merinding

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas memberikan pesan natal yang penuh arti

Penulis: Awaliyah P | Editor: Awaliyah P
ALJAZEERA.COM

Mereka adalah keturunan pengikut pertama Yesus Kristus dan bagian integral dari orang-orang Palestina. Tidak akan ada masyarakat Palestina yang hidup tanpa komponen Kristennya.

Sumbangan orang-orang Kristen kita terhadap gerakan nasional telah berharga, selalu diingat, dan merupakan contoh bagi seluruh wilayah kita untuk menjelaskan bahwa tidak akan ada dunia Arab tanpa orang Kristen, bagian inheren dari masyarakat kita.

Kami akan terus bekerja untuk kebebasan negara kita dan kembalinya rakyat kita.

Kami akan terus bekerja untuk mencapai hak-hak kami dan mengakhiri pendudukan kolonial-kolonial ini.

Kami akan memastikan bahwa Gereja Makam Suci dan Gereja Kelahiran Tuhan, sekali lagi dipertemukan kembali.

Kami akan terus bekerja sama dengan Kerajaan Hashemite Yordania untuk melestarikan Status Quo Senyawa Masjid Al Aqsa dan semua Situs Suci Kristen dan Muslim di Yerusalem.

Kami pasti dan tanpa lelah terus bekerja untuk keadilan.

Mari kita selamatkan pesan pengharapan yang muncul dari Grotto yang sederhana di Bethlehem untuk bekerja demi masa depan yang lebih baik, di mana kebebasan menggulingkan penindasan, di mana kita berbicara kebenaran kepada kuasa, di mana kedamaian, keadilan dan koeksistensi menang atas pekerjaan, Apartheid dan eksklusivitas, dan dimana energi diarahkan ke konstruksi bukan kehancuran.

"Kemuliaan bagi Tuhan di tempat tertinggi, dan di bumi yang damai bagi orang-orang yang berkehendak baik"

Selamat hari natal dan tahun baru.

Mahmoud Abbas

Presiden Palestina

Sementara itu,  Israel mengklaim telah menjalin komunikasi dengan sedikitnya 10 negara yang kemungkinan memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem setelah Amerika Serikat mengakui kota suci itu sebagai ibu kota Israel.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Hotovely di siaran radio publik pada Senin (25/12/2017) waktu setempat.

"Kami sedang berhubungan dengan sedikitnya 10 negara, beberapa dari jumlah itu berasal dari Eropa," katanya seperti dilansir dari AFP.

Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved