Jangan Konsumsi Makanan dan Minuman Manis Sebelum Tidur, Ini Penjelasan Dokter Hermina
Cemilan dan minuman manis, kerap dijadikan teman malam oleh sebagian masyarakat Indonesia.
Penulis: Puspita Dewi | Editor: galih permadi
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Wilujeng Puspita Dewi
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Cemilan dan minuman manis, kerap dijadikan teman malam oleh sebagian masyarakat Indonesia.
Tidak heran jika pada tahun 2023 mendatang, penderita diabetes di Indonesia diperkirakan akan mencapai 20 juta, mengingat pola hidup masyarakat Indonesia masih jauh dari taraf sehat dan benar.
dr Nur Anna C Sadyah, SpPD FINASIM menuturkan bahwa faktor utama seseorang menderita diabetes selain karena keturunan adalah pola hidup.
"Konsumsi makanan yang manis, tinggi kalori, serta komposisi makanan tidak tepat merupakan salah satu penyebab diabetes. Sebagai contoh porsi yang tidak tepat adalah konsumsi nasi dan teh manis. Apalagi jika dikonsumsi pada malam hari," tutur dokter Anna saat ditemui Tribunjateng.com pada Kamis (28/12/2017) di RS Hermina Banyumanik, Jalan Jenderal Pol Anton Sujarwo Nomor 195, Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah.
Seperti yang diketahui, kandungan gula dalam teh manis adalah dua sendok. Sedangkan mengonsumsi nasi setiap hari meningkatkan resiko diabetes hingga 11%. Padahal, anjuran dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kadar gula yang boleh ditambahkan dalam makanan non penderita diabetes adalah 3-4 sendok per hari.
"Untuk penderita diabetes, konsumsi teh manis sama sekali tidak dianjurkan. Namun untuk bukan penderita, alangkah baiknya tidak mengonsumsi makanan atau minuman manis di malam hari. Karena saat kita tidur, tidak ada kalori yang terbakar, sehingga gula menumpuk di dalam tubuh," tutur dokter lulusan Universitas Gajah Mada (UGM) tersebut.
Eskrim, unkfood, fastfood, cake, kopi, teh manis, rata-rata mengandung tiga sendok gula. Mengonsumsi makanan manis malam hari, menyebabkan naiknya gula darah dan timbunan kalori.
"Terlebih saat malam hari, tubuh tidak beraktivitas sehingga tidak ada kalori yang dibakar. Akibatnya, lemak dalam tubuh akan menumpuk, tidak terjadi keseimbangan insulin yang menyebabkan gula darah menjadi naik, serta gangguan tidur," ungkap dokter Anna.
Konsumsi manis bagi penderita non diabetes, justru dianjurkan pada pagi hari, sebagai sumber energi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/makanan-gorengan-friedfoof_20150612_191021.jpg)