Selasa, 7 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kesehatan

SMC RS Telogorejo Kenalkan RONEE, Robot Operasi Lutut yang Lebih Presisi dan Terukur

Penggunaan teknologi robotik dalam operasi penggantian sendi lutut dinilai memberikan hasil yang lebih presisi.

TRIBUN JATENG/Franciskus Ariel Setiaputra
ROBOTIC KNEE - SMC RS Telogorejo Semarang melaunching RONEE alat operasi lutut yang diklaim lebih presisi. Proses peluncuran berlangsung di Auditorium SMC RS Telogorejo, Selasa (31/3/2026) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penggunaan teknologi robotik dalam operasi penggantian sendi lutut dinilai memberikan hasil yang lebih presisi dibandingkan metode konvensional.

Hal ini disampaikan Direktur Utama SMC RS Telogorejo, dr. Alice Sutedjo Lisa, M.K.M, usai peluncuran RONEE (Telogorejo Robotic Knee) serta grand re-launching Wound Management (WMC) dan One Day Surgery (ODS), di Auditorium Lt.3 SMC RS Telogorejo Semarang, Selasa (3/3/2026).

Menurutnya, perbedaan mendasar antara metode robotik dan konvensional terletak pada tingkat akurasi dalam proses tindakan medis.

“Kalau konvensional, tulang dipotong secara manual lalu dipasang. Sementara dengan robotik, semuanya sudah direncanakan lebih dulu menggunakan CT scan tiga dimensi, sehingga hasilnya lebih presisi,” kata dia.

Baca juga: Universitas Tzu Chi Tanda Tangani Nota Kesepahaman dengan Universitas Telogorejo Semarang

Baca juga: Datang ke Rumah Sakit Hendak Berobat, Warga Blora Kaget BPJS PBI Miliknya Tak Aktif

Ia menjelaskan, melalui pemetaan berbasis teknologi 3D tersebut, dokter dapat melakukan simulasi sebelum operasi dilakukan. Hal ini membuat pemasangan implan menjadi lebih tepat dan sesuai dengan kondisi anatomi pasien.

“Dengan robotik, risiko kesalahan seperti kemiringan atau ketidaktepatan bisa diminimalkan. Lukanya juga lebih kecil, sehingga proses penyembuhan diharapkan lebih cepat,” jelasnya.

Selain meningkatkan akurasi, penggunaan teknologi ini juga berdampak pada kenyamanan pasien pascaoperasi. Pasien disebut dapat lebih cepat berdiri dan menjalani proses pemulihan dibandingkan metode konvensional.

“Dengan metode ini, pasien diharapkan bisa lebih cepat berdiri. Memang tetap perlu perawatan satu hingga dua hari, tapi secara umum pemulihannya lebih cepat,” katanya.

Dari sisi biaya, Alice menyebutkan bahwa tindakan operasi dengan teknologi robotik RONEE berada di kisaran Rp90 juta untuk satu lutut. Meski tergolong tinggi, biaya tersebut dinilai masih lebih terjangkau dibandingkan layanan serupa di luar negeri.

“Kalau dibandingkan dengan luar negeri, tentu jauh lebih murah. Untuk asuransi, tergantung masing-masing kebijakan, ada yang menanggung, ada yang tidak,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, saat ini layanan robotik tersebut belum sepenuhnya terakomodasi dalam skema BPJS Kesehatan, terutama terkait penggunaan implan.

Lebih lanjut, Alice menyebut bahwa kehadiran teknologi robotik untuk operasi lutut masih terbatas di Indonesia.

Di Jawa Tengah, RS Telogorejo menjadi salah satu yang pertama menghadirkan layanan ini.

“Di Jawa Tengah, saat ini baru kami yang memiliki teknologi ini. Di Indonesia pun masih terbatas,” ujarnya.

Teknologi RONEE sendiri berasal dari Korea Selatan, termasuk dalam hal pelatihan tenaga medis. Ia memastikan bahwa dokter-dokter di RS Telogorejo telah menjalani pelatihan dan sertifikasi sebelum mengoperasikan teknologi tersebut.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved