Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

15 FAKTA Seusai Rekonstruksi Pelajar SMK Bunuh Driver Online di Semarang

Penemuan jasad Jenazah pria pada hari Sabtu (20/1/2018) malam sekitar pukul 21.00 membuat geger warga Kelurahan Sambiroto

tribunjateng/rival almanaf
Tersangka IBR keluar dari mobil saat rekonstruksi adegan pembunuhan, Jumat 26 Januari 2018 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penemuan jasad Jenazah pria pada hari Sabtu (20/1/2018) malam sekitar pukul 21.00 membuat geger warga Kelurahan Sambiroto, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. 

Jenazahnya tengkurap penuh darah di pertigaan Jalan Cendana Selatan IV RT 03 RW 09, Perumahan Bukit Cendana II, Kelurahan Sambiroto, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.

Setelah polisi datang, diketahui jenazah yang mengenakan kaus warna abu-abu dan celana kargo warna krem diketahui bernama Deni Setiawan (34).

"Sehari-hari, korban bekerja sebagai driver Go Car. Mobilnya (Nissan) Grand Livina warna hitam bernomor polisi H 8849 D. Mobil korban juga hilang, diduga dibawa kabur pelaku," ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji. 

Setelah melakukan penyelidikan akhirnya Polrestabes Semarang telah menangkap dua pelaku tersebut di rumahnya masing-masing tanpa perlawanan. 

Yang membuat miris, dua pelaku yang diduga sebagai penggorok leher Deni Setiawan (34) pengemudi taksi online adalah pelajar SMK Negeri di Kota Semarang.

Dirangkum dari beberapa sumber, inilah fakta kejadian pembunuhan sopir taksi online di Semarang.

1. Dua pelaku

Dua pelajar ditangkap polisi diduga sebagai pelaku pembunuhan perampokan driver Grab, 22 Januari 2018. Dua pelaku adalah pelajar kelas X di SMK Negeri di Kota Semarang.
Dua pelajar ditangkap polisi diduga sebagai pelaku pembunuhan perampokan driver Grab, 22 Januari 2018. Dua pelaku adalah pelajar kelas X di SMK Negeri di Kota Semarang. (tribunjateng/ist)

Dua tersangka penggorokan sopir taksi online berinisial DIR dan IBR.

Mereka adalah pelajar rekan satu kelas yang keduanya duduk di kelas X jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMKN 5 Semarang.

Kepala Sekolah, Suharto tidak menyangka jika dua siswanya tega melakukan perbuatan tersebut.

2. Sempat ke sekolah

Setelah menghabisi nyawa sopir taksi online (Sabtu malam) itu, DIR dan IBR masih sempat berangkat sekolah hari Senin (22/1/2018).

"Ya belajar seperti biasa, pulang juga sesuai waktunya tidak ada yang mencurigakan," ungkap Suharto.

3. Alasan merampok

Polrestabes Semarang menemukan mobil transportasi online Go Car milik Deni Setiawan di depan sebuah rumah, Jalan Hos Cokroaminoto, Barusari, Semarang Selatan, Kota Semarang, pada Senin (22/1/2018) pagi.
Polrestabes Semarang menemukan mobil transportasi online Go Car milik Deni Setiawan di depan sebuah rumah, Jalan Hos Cokroaminoto, Barusari, Semarang Selatan, Kota Semarang, pada Senin (22/1/2018) pagi. (tribunjateng/Akhtur Gumilang)
Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved