Kamis, 23 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Melihat Jejak Lantai Samudera dari Bukit Pentulu Indah Karangsambung Kebumen

Pengunjung akan dibuat kagum dengan bentangan tebing yang tersusun dari batuan purba di sisi jalan tersebut

Penulis: khoirul muzaki | Editor: muslimah
Tribunjateng.com/Khoirul Muzaki
Pemandangan di puncak bukit Pentulu Indah Karangsambung Kebumen 

Pengunjung serasa berdiri di dasar samudera dengan jejak-jejaknya yang masih kentara.

"Karena ini masuk kawasan cagar alam geologi, jadi bentang alamnya unik,"katanya

Sejak dibuka 2015 lalu, objek wisata yang bisa ditempuh sekira 20 kikometer dari kota Kebumen ini semakin ramai dikunjungi wisatawan.

Parno, petugas wisata di lapangan mengatakan, Pentulu Indah rata-rata dikunjungi 50 orang perhari. Pada akhir pekan atau hari libur, jumlah kunjungan meningkat mencapai 200 hingga 300 orang perhari. Tiket masuk destinasi alam ini terbilang murah, yakni Rp 5 ribu perorang.

"Rata-rata perbulan ada 2 ribu orang berkunjung ke sini,"katanya

Wisata ini dibuka melalui kerjasama dengan Perhutani yang menguasai lahan tersebut. Dari izin pemanfaatan lahan 20 hektar, pengelola baru bisa memanfaatkan 5 hektar lahan di antaranya untuk objek wisata Pentulu Indah.

Pihaknya juga berencana mengembangkan objek wisata lain berbasis religi. Makam Ki Hajar Welaran, tokoh pemimpin pertempuran melawan Belanda di era kolonial yang terletak di puncak bukit Paras akan dibuka untuk peziarah umum.

Pemandangan di puncak bukit Pentulu Indah Karangsambung Kebumen
Pemandangan di puncak bukit Pentulu Indah Karangsambung Kebumen (Tribunjateng.com/Khoirul Muzaki)

Wisata religi itu akan melengkapi destinasi Pentulu Indah yang sudah mulai dikenal masyatakat luas.

"Kami mengembangkannya perlahan-lahan karena modal terbatas,"katanya

Objek wisata Pentulu Indah berada di kawasan Cagar Alam Nasional Geologi Karangsambung.

Selain menikmati pemandangan alam, pengunjung bisa memperluas wawasan kebumiannya dengan mampir di Balai Informasi dan Konservasi Kebumian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di jalan raya Karangsambung, Desa Karamgsambung.

Di komplek kampus LIPI itu, pengunjung bisa melihat sekaligus mempelajari 50 lebih sampel bongkahan batuan purba berusia puluhan juta tahun yang dipajang terbuka di taman kampus. Bebatuan itu diambil dari kawasan cagar alam untuk kepentingan penelitian dan ilmu pengetahuan. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved